Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pentingnya Pendidikan Perubahan Iklim pada Anak, Berpotensi Cegah Penyakit

📅 Senin, 28 Okt 2024, 14:41 WIB | Oleh: Tim Penulis

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang secara spesifik mengkaji efektivitas pendidikan perubahan iklim dalam mencegah penyakit pada anak. Namun, sejumlah studi melaporkan bahwa pendidikan perubahan iklim bermanfaat mengubah kesadaran dan perilaku anak. Kebiasaan ini pada akhirnya diharapkan dapat mengurangi risiko anak terkena penyakit akibat perubahan iklim.

Untuk mencegah dampak berkelanjutan tersebut, Panduan Pendidikan Perubahan Iklim menekankan bahwa edukasi perlu dilakukan di semua sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, maupun keluarga.

Sebelum panduan tersebut terbit, sejumlah sekolah telah menerapkan pendidikan perubahan iklim. Salah satunya adalah praktik pendidikan perubahan iklim melalui kegiatan kami sebagai upaya pencegahan penyakit pada anak. Kegiatan ini melibatkan 47 orang santri berusia 11-14 tahun di Yayasan Yatim Bait Al-Qur'a Mulia, Tangerang Selatan.

Dilakukan dalam dua kali pertemuan, kami melaksanakan pendidikan perubahan iklim melalui focus group discussion (FGD)-sebuah grup diskusi dengan pembahasan terfokus. Melalui FGD, para santri memperoleh sejumlah informasi soal perubahan iklim, termasuk penyebab dan tanda perubahan iklim, jenis penyakit yang disebabkannya, serta upaya pencegahan penyakit tersebut. Kami juga membekali para santri seputar praktik pemilahan sampah anorganik dan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Setelah memperoleh pendidikan perubahan iklim, kami mengharapkan para santri dapat menjaga kesehatannya sembari memupuk kesadaran dan perilaku lebih ramah lingkungan. Ini termasuk membuat lubang resapan biopori, memilah sampah anorganik, dan mengolah sampah organik menjadi kompos untuk menghindari penumpukan maupun pembakaran sampah yang mencemari udara-sehingga memperburuk perubahan iklim dan memicu masalah pernapasan pada anak.

Perlu libatkan banyak pihak

Manfaat pendidikan perubahan iklim mungkin baru bisa dirasakan dalam puluhan tahun mendatang, termasuk dalam mencegah penyebaran penyakit pada anak. Namun, edukasi dan praktiknya harus dimulai sejak dini dari sekarang dengan melibatkan banyak pihak, di antaranya:

1. Keluarga

Pendidikan perubahan iklim bisa diterapkan dari unit terkecil, yaitu keluarga. Contohnya, orang tua bisa mengedukasi anak soal bahaya cuaca panas bagi kesehatan dan membatasi mereka bermain di luar ruangan saat terik.

Anak juga bisa dibiasakan untuk disiplin menggunakan masker saat keluar rumah untuk menghindari risiko terkena gangguan pernapasan akibat polusi.

2. Sekolah

Di lingkungan sekolah, eksekusi praktik pendidikan perubahan iklim perlu disinergikan dengan semua elemen, termasuk komite sekolah, pimpinan satuan pendidikan, pegawai, guru, siswa, penjaga kantin, dan satpam. Tujuannya adalah agar edukasi ini tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam keseharian seluruh awak sekolah.

Komite sekolah misalnya, bisa bekerja sama dengan pimpinan satuan pendidikan untuk mendorong pengembangan kebijakan, program, dan fasilitas ramah iklim, seperti perbanyak wastafel untuk mendorong kebiasaan cuci tangan dengan sabun. Ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit infeksi lewat makanan akibat perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.