Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pentingnya Pendidikan Perubahan Iklim pada Anak, Berpotensi Cegah Penyakit

4 Senin, 28 Okt 2024, 14:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pentingnya Pendidikan Perubahan Iklim pada Anak, Berpotensi Cegah Penyakit Pentingnya Pendidikan Perubahan Iklim pada Anak, Berpotensi Cegah Penyakit Doc: The Conversation
Ket. Para santri Yayasan Yatim Bait Al-Qur’a Mulia mempraktikkan pembuatan kompos sebagai bagian pendidikan perubahan iklim.

Annisaa Fitrah Umara, M.Kep., Ns.Sp.Kep.M.B, Universitas Muhammadiyah Tangerang; Rully Angraeni Safitri, Universitas Muhammadiyah Tangerang, dan SITI LATIPAH, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Minimnya pendidikan perubahan iklim dapat mendorong individu melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan emisi gas rumah kaca, seperti membuang sampah sembarangan, menggunakan barang yang sulit terurai, pemakaian kendaraan berbahan bakar fosil, dan lainnya. Karena itu, edukasi sangat diperlukan untuk mencegah dampak berkelanjutan perubahan iklim.

Sebuah studi tahun 2022 di Cina misalnya, mengungkapkan bahwa pendidikan perubahan iklim dapat mendorong kebiasaan remaja melakukan aktivitas yang minim emisi karbon agar seimbang dan ramah lingkungan.

Selain membentuk kebiasaan ramah lingkungan, dalam banyak kasus, praktik pendidikan perubahan iklim sejak dini berpotensi mendorong kesadaran dan perilaku anak agar terhindar dari paparan penyakit akibat perubahan iklim. Contohnya, pengetahuan soal bahaya demam berdarah (DB)-salah satu penyakit yang kasusnya meningkat akibat perubahan iklim-dapat mendorong anak dan orang tua lebih gencar menerapkan praktik 3M Plus. Praktik ini terdiri dari menguras dan menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta mencegah risiko gigitan nyamuk lewat beragam kegiatan, seperti memakai kelambu dan obat nyamuk saat tidur.

Contoh lainnya, pengetahuan soal bahaya cuaca panas terhadap kesehatan, membuat anak lebih memilih bermain di dalam rumah dan perbanyak minum air saat suhu sedang tinggi. Begitu pula kesadaran soal bahaya polusi udara bisa mendorong anak-anak menggunakan masker saat berada di luar rumah, sehingga mengurangi risiko terkena gangguan pernapasan.

Meskipun berpotensi besar untuk mencegah penyakit, pendidikan perubahan iklim sayangnya belum masuk kurikulum pendidikan sekolah secara umum di skala global. Padahal, pendidikan perubahan iklim sangat dibutuhkan anak-anak yang menjadi salah satu kelompok paling rentan terdampak penyakit akibat perubahan iklim.

Di Indonesia, pendidikan perubahan iklim baru masuk kurikulum pendidikan nasional hanya kurang dari sepekan sebelum pergantian pemerintahan baru.

Lantas, seberapa besar potensi pendidikan perubahan iklim dalam mencegah penyakit pada anak?

Pentingnya pendidikan perubahan iklim

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), sebelumnya merilis Panduan Pendidikan Perubahan Iklim.

Kepala BSKAP, Anindito Aditomo mengungkapkan bahwa pendidikan perubahan iklim sangat diperlukan untuk membentuk kesadaran dan pemahaman anak sejak dini sehingga mereka dapat berperan aktif merespons perubahan iklim.

Edukasi soal perubahan iklim sejak dini memang menjadi salah satu cara terbaik mengurangi risiko bencana (mitigasi) akibat perubahan iklim di masa depan.

Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE mengungkapkan, jika sebanyak 16% siswa SMP-SMA di sejumlah negara berpendapatan menengah dan tinggi mempelajari dan menerapkan pendidikan perubahan iklim, maka dunia berpeluang menghindari emisi 19 gigaton karbon dioksida pada 2050.

Berpotensi cegah penyebaran penyakit

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang secara spesifik mengkaji efektivitas pendidikan perubahan iklim dalam mencegah penyakit pada anak. Namun, sejumlah studi melaporkan bahwa pendidikan perubahan iklim bermanfaat mengubah kesadaran dan perilaku anak. Kebiasaan ini pada akhirnya diharapkan dapat mengurangi risiko anak terkena penyakit akibat perubahan iklim.

Untuk mencegah dampak berkelanjutan tersebut, Panduan Pendidikan Perubahan Iklim menekankan bahwa edukasi perlu dilakukan di semua sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, maupun keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.