Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemberdayaan UMKM, Produk Khas Daerah Hadir di Pameran Berkriyasi BUMN

📅 Jumat, 25 Okt 2024, 03:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemberdayaan UMKM, Produk Khas Daerah Hadir di Pameran Berkriyasi BUMN Doc: ANTARA/Nur Suhra Wardyah
Ket. Direktur Utama Debindo Vibiadhi Swasti Pradana selaku pihak pelaksana Berkriyasi - Bazar BUMN yang memperlihatkan salah satu produk kriya yang ditampilkan dalam acara ini di Makassar, Kamis (24/10/2024).

Makassar - Produk kriya khas dari berbagai daerah se Indonesia kini hadir dalam Berkriyasi - Bazar BUMN Oktober 2024 yang secara perdana digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan selama empat hari, 24-27 Oktober mendatang.

Direktur Utama Debindo Vibiadhi Swasti Pradana selaku pihak pelaksana kegiatan yang ditemui di tengah acara di Makassar, Kamis menyebut bahwa produk kriya dari UMKM mendominasi pada giat ini yakni sekitar 80 persen, sesuai tema Berkriyasi - Bazar UMKM Oktober 2024.

"Tema ini sama dengan di Jakarta yakni Berkriyasi, dengan tujuan meningkatkan produk-produk kriya di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan," kata dia.

Jika 80 persen produk berasal dari kriya, 20 persen lainnya ialah fashion. Berbagai produk khas hadir di pameran UMKM ini, seperti dari Pulau Jawa, Kalimantan, Medan, Bandung dan lainnya.

Menurut Vibiadhi, beberapa dari pelaku UMKM ini bahkan telah mengikuti pameran internasional dan telah melakukan kolaborasi Busniss to Busniss. Sehingga dia mengajak warga Kota Makassar dan Sulsel secara umum agar memanfaatkan kehadiran momentum ini.

Apalagi baginya, butuh usaha keras untuk menghadirkan Bazar BUMN di tengah-tengah masyarakat Makassar, setelah pelaksanaannya hanya dilakukan di Kota Jakarta.

"Ayoberbondong-bondong hadir ikut berbelanja karena butuh upayaluar biasa untuk pindah dari Jakarta ke Makassar," katanya.

Bazar BUMN Berkriyasi ini telah berlangsung empat tahun lalu di Jakarta dengan memanfaatkan PaDI UMKM yang diinisiasi Kementerian BUMN. Kemudian 2022 digelar secara hybrid dan 2023 digelar secara offline.

Selanjutnya, Kementerian BUMN menginisiasi agar kegiatan ini dilanjutkan di 2024 dan diproyeksikan akan berlangsung di tahun berikutnya.

"Tapi tahun sekarang spesifik terbagi per kluster, khusus makanan, kriya dan fashion. Kita harap ini bisa berkembang, bukan hanya secara resmi, apalagi Makassar merupakan kota besarnya Indonesia Timur yang diharapkan bisa berdampak di luar Makassar," urainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.