Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BEI Bidik Kenaikan Laba Bersih 1,53 Persen pada 2025

📅 Rabu, 23 Okt 2024, 15:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
BEI Bidik Kenaikan Laba Bersih 1,53 Persen pada 2025 Doc: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ket. Karyawan berjalan dengan latar belakang layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10).

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan laba bersih meningkat 1,53 persen year on year (yoy) menjadi senilai Rp275,02 miliar pada tahun 2025, dibandingkan senilai Rp270,90 miliar pada Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2024 (revisi).

Seiring dengan itu, BEI juga menargetkan jumlah pendapatan meningkat 9,01 persen (yoy) menjadi senilai Rp1,78 triliun pada tahun 2025, dibandingkan senilai Rp1,64 triliun pada RKAT 2024 (revisi).

"Pendapatan kita di 2025 kita harapkan tumbuh sebesar 9 persen (yoy) menjadi Rp1,78 triliun. Tentu saja ini dengan asumsi bahwa RNTH (Rata-rata Nilai Transaksi Harian) menjadi Rp3,5 triliun, peningkatan pencatatan 407 efek baru atau naik 12 persen (yoy), dan juga jasa informasi naik sebesar 11 persen (yoy), terutama peningkatan jumlah pelanggan dan akses data feed," ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT BEI di Jakarta, Rabu (23/10).

Terhadap seluruh proyeksi keuangan tersebut, Iman menjelaskan bahwa Cost to Income Ratio perseroan ditargetkan sebesar 81,4 persen atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata sejak 2014 sampai 2023.

"Kalau kita lihat secara Cost to Income Ratio ini, kita bisa lihat bahwa Cost to Income Ratio kita di angka 81,4 persen. Sementara kalau kita bicara rata-rata 2014 sampai 2023 itu sebesar 81,74. Jadi, Cost to Income Ratio kita masih di bawah rata-rata 2014 sampai 2023," ungkap Iman.

Kemudian, BEI juga telah memperhitungkan kecukupan belanja investasi pada 2024, yang tercermin dari total kas, setara kas dan aset keuangan lainnya yang masih terjaga di atas Rp3,1 triliun atau meningkat 2,6 persen (yoy) dibandingkan RKAT 2024 (revisi).

"(Sementara) total capex (capital expenditure) kita adalah Rp511 miliar, terutama disumbangkan dari capex pengembangan sistem perdagangan dan pengawasan. Kedua, pembaruan sistem perdagangan obligasi, Immutable Backup, SPPA Repo, dan New SPE- IDXnet," ujar Iman.

Atas seluruh kegiatan perseroan pada tahun depan, Iman memproyeksikan posisi total aset BEI akan meningkat 6 persen (yoy) menjadi senilai Rp7 triliun pada akhir tahun depan, dengan total ekuitas meningkat 5 persen (yoy) menjadi senilai Rp6 triliun pada akhir 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.