Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usut Tuntas, Polisi Tangani Kasus Dugaan Keracunan Belasan Anak di Blitar

📅 Minggu, 20 Okt 2024, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Usut Tuntas, Polisi Tangani Kasus Dugaan Keracunan Belasan Anak di Blitar Doc: ANTARA/ HO-Polisi
Ket. Petugas memeriksa pedagang dalam kasus dugaaan keracunan jajanan anak di SDN Begelenan 2, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (19/10/2024).

Blitar - Kepolisian Sektor Srengat menangani kasus dugaan keracunan jajanan anak yang menimpa belasan anak-anak di Sekolah Dasar Negeri Begelenan 2, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Kepala Polsek AKP Randhy Irawan mengemukakan bahwa pihaknya langsung ke sekolah tersebut begitu mendapati adanya aduan terkait dengan dugaan keracunan pada anak-anak setelah makan jajanan yang dijual oleh pedagang di sekitar sekolah.

"Terjadi pada anak-anak sekolah dasar yang diduga keracunan. Ini diduga karena jajanan yang dijual pedagang," kata Kapolsek Srengat di Blitar, Sabtu.

Ia mengungkapkan terdapat 16 anak yang sakit dengan gejala yang sama, yakni perut sakit serta merasa mual. Dari jumlah 16 anak itu, sebanyak 15 anak di antaranya sudah dibolehkan pulang.

"Satu anak masih di rumah sakit. Kondisinya membaik, tetapi masih diinfus," kata dia.

Polisi saat ini masih intensif memeriksa pedagang yang menjual jajanan anak-anak hingga mereka mengeluhkan sakit perut setelah makan jajanan tersebut.

Kepala SDN Begelenan 2Sri Indrawati menjelaskan bahwa anak-anak kelas 1, 2, dan 3 membeli jajanan dari pedagang keliling di sekitar sekolah sebelum jam pelajaran. Mereka membeli jajanan jenis jeli.

Setelah dimakan, tidak berapa lama, mereka mengeluhkan perutnya sakit.

Awalnya, dari pihak sekolah memberikan minyak kayu putih. Namun, karena banyak anak yang sakit dengan gejala mirip, akhirnya dibawa ke bidan desa. Mereka akhirnya dirujuk ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan.

Sri sempat bertanya kepada para murid yang mengeluhkan sakit tersebut dan ternyata mereka baru makan jajanan jeli yang dibeli dari pedagang di sekitar sekolah.

"Anak-anak tadi bilang ada yang perutnya sakit. Mereka ditanya makan apa, katanya makan jeli. Teman-teman (guru) menenangkan anak-anak dan saya menemuipedagang tersebut," kata dia.

Kepala SDN itu lantas bertanya langsung sambil membawa sisa jeli yang dibeli dari pedagang. Saat melihat sisa jeli jualan pedagang itu, dia melihat kode kedaluwarsa masih 2025. Namun, di bagian bawah dari kemasan jeli ada yang dicoret.

Ia pun tidak tahu apakah jajanan itu sudah kedaluwarsa atau belum.

Kendati demikian, pihaknya terus memantau perkembangan anak-anak didiknya. Dari 16 anak yang mengaku sakit, 15 anak sudah diizinkan pulang oleh dokter. Namun, satu anak harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

"Tadi 15 anak ditangani puskesmas. Selesai diobservasi, boleh pulang. Namun, satu yang agak berat itu sama dokter dirujuk ke rumah sakit," kata dia.

Meski terjadi musibah pada anak-anak tersebut, kegiatan belajar mengajar masih terus berlangsung. Pihak sekolah juga sudah meminta anak-anak tidak jajan sembarangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Nasional
KPK Periksa Pejabat Bulog, ...
Luar Negeri
Korban Tewas Tembus 2.100, ...
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.