Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Bergerak Bersama, Dari Pulau Pramuka untuk Laut yang Bersih dari Sampah Plastik

📅 Minggu, 13 Okt 2024, 04:21 WIB | Oleh: Tim Penulis

Program itu bertujuan untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah bukanlah benda tidak berguna dan dapat dibuang ke lingkungan. Jika dikelola dengan baik maka sampah akan menjadi sumber daya.

Dikombinasikan dengan tren wisata yang mendukung perekonomian Pulau Pramuka, kini wisatawan dari luar pulau dapat berkunjung ke lab plastik atau terlibat dalam tradisi membersihkan sampah di ekosistem mangrove.

Dampaknya terasa nyata, dulu kapal pengangkut sampah rutin menyambangi Pulau Pramuka setiap satu kali dalam sepekan. Kini, kapal itu hanya datang satu atau dua kali dalam sebulan dan kebanyakan yang diangkut sudah dalam bentuk residu.

Kerja keras tidak mengkhianati hasil. Masyarakat Pulau Pramuka mendapatkan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Kategori Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2018.

Mahariah, yang berprofesi sebagai guru, dan para penggerak lainnya tidak berhenti hanya di Pulau Pramuka. Berbekal dukungan beragam pihak termasuk dari pemerintah, mereka mencoba mereplikasi di pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu yang memiliki permukiman masyarakat.

Diharapkan dengan gerakan yang dimulai dari masyarakat tersebut dapat menciptakan lingkungan Kepulauan Seribu yang lestari, menjaga alam yang memiliki kaitan erat dengan kehidupan mereka yang berdiam di pulau-pulau.

Isu persoalan sampah di laut telah menjadi perhatian Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dengan beragam langkah untuk menekan kebocoran sampah plastik ke lingkungan terus dilakukan.

Menurut data olahan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKNPSL), memperlihatkan jumlah kebocoran sampah plastik mencapai 359.061 ton pada 2023. Jumlah itu memperlihatkan penurunan dari 615.675 ton sampah plastik bocor ke laut pada 2018.

Peneliti Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Muhammad Reza Cordova memperingatkan dampak kebocoran plastik ke lingkungan, selain sulit untuk terdegradasi secara alami terdapat juga ancaman mikroplastik yang terlepas darinya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, mikroplastik kini telah terdeteksi pada semua sampel air dan sedimen. Partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter itu juga sudah ditemukan di berbagai jenis ikan dan kerang yang dikonsumsi oleh manusia.

Mikroplastik yang masuk ke tubuh manusia dapat berdampak kepada kesehatan, dengan endapannya tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh manusia. Efek pengendapan dalam jumlah banyak dan dalam periode yang lama akan memicu timbulantumor atau bahkan kanker, disebabkan iritasi dalam tubuh karena keberadaan endapan partikel asing tersebut.

Upaya-upaya untuk memastikan pengelolaan sampah yang lebih baik juga terus dilakukan, termasuk oleh Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) KLHK.

Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya Ditjen PSLB3 KLHK Edward Nixon Pakpahan menyebut pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, yang di dalamnya menargetkan pengurangan sampah 30 persen dan penanganan sampah 70 persen tercapai pada 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
AS Konfirmasi Dua Orang Men...

Gonzalo Garcia Resmi Dikontrak Fulham dari Real Madrid

40 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Gonzalo Garcia Resmi Dikont...
Ekonomi
Uni Emirat Arab Jajaki Pelu...
Ekonomi
Menanti Sinyal The Fed, 4 A...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.