Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Bergerak Bersama, Dari Pulau Pramuka untuk Laut yang Bersih dari Sampah Plastik

📅 Minggu, 13 Okt 2024, 04:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Bergerak Bersama, Dari Pulau Pramuka untuk Laut yang Bersih dari Sampah Plastik Doc: ANTARA/Prisca Triferna
Ket. Tokoh masyarakat Pulau Pramuka sekaligus Ketua Rumah Literasi Hijau Mahariah (berbaju putih, membawa pengeras suara) memberikan penjelasan kepada pengunjung mahasiswa terkait lab plastik di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (30/9/2024).

Jakarta - Perairan biru menyambut ketika penumpang tiba di dermaga. Terlihat beberapa ikan mungil di dasarnya berenang selayaknya menyambut turun para penumpang yang menapakkan kakinya di Pulau Pramuka, ibu kotaKabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Kontras dengan hiruk piruk daratan Jakarta, kehidupan di Pulau Pramuka tampak berjalan lebih lambat di awal pekan ketika turis belum berdatangan. Hanya beberapa warga yang tampak beraktivitasmengendarai sepeda listrik atau duduk bersantai di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tanjung Elang Jaya yang teduh.

Namun, dipisahkan oleh lautan bukan berarti Pulau Pramuka tidak menghadapi beberapa isu lingkungan kerap dihadapi Jakarta, yang berjarak sekitar 47 kilometer darinya. Ancaman daritriple planetary crisisatau tiga krisis planet lebih terasa di wilayah kepulauan tersebut.

Baik krisis perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, maupun pencemaran lingkungan menjadi isu yang dihadapi pulau yang memiliki penduduk tetap sekitar 2.000 jiwa itu.

Mahariah, tokoh masyarakat di Pulau Pramuka sekaligus penerima anugerah lingkungan Kalpataru pada 2017, sadar betul kerentanan pulau yang menjadi rumahnya itu. Meski sejak awal menyadari pentingnya pengelolaan lingkungan, fokus pada sampah datang seiring dengan peristiwa banjir besar Jakarta pada 2007, yang di beberapa titik mencapai ketinggian 5 meter.

Meski berada jauh dari pusat banjir, Pulau Pramuka juga terdampak banjir yang menelan korban 80 jiwa itu dalam bentuk kedatangan lebih dari 30 ton sampah tersangkut di pesisirnya, mayoritas adalah sampah yang berasal dari daratan.

Menghadapi kenyataan tersebut, masyarakat Pulau Pramuka yang kala itu sudah menginisiasi ekowisata sebagai upaya menggerakkan ekonomi sambil tetap menjaga lingkungan, kini juga mulai menaruh perhatian penuh kepada sampah.

Inisiatif Rumah Hijau yang didirikan Mahariah bersama ibu-ibu di Pulau Pramuka kemudian menjadi penggerak, yang tidak hanya dalam bentuk melakukan kegiatan penanaman mangrove di pesisir dan membersihkan pantai dari sampah, tapi juga mulai memilah dan mengumpulkan sampah organik dan anorganik untuk diolah.

"Dari situ kami mengangkat isu-isu ini jadi sentral, makanyataglineakhirnya Pulauku Nol Sampah. Jadi sentral supaya kita bisa menyelesaikan sampahnya, bisa membersihkan lautnya dan memungkinkan laut menjadi lebih sehat, satwa bisa datang lagi istilahnya," kata Mahariah.

Gerakan yang akhirnya berkembang menjadi Yayasan Rumah Literasi Hijau itu dimulai dengan menyadarkan pentingnya pengelolaan sampah baik oleh masyarakat di pulau maupun wisatawan yang memadati kawasan itu di akhir pekan.

Dimulai sejak tahun2009 dengan rumah daur ulang, Pulau Pramuka akhirnya memiliki bank sampah pada 2017 dan mendirikan lab (laboratorium) plastik pada 2019. Fasilitas lab plastik sendiri didirikan tidak hanya untuk mendukung pengelolaan sampah plastik tapi juga memberikan pendidikan pemanfaatan plastik yang menyasar pelajar maupun wisatawan yang ingin mengetahui lebih lanjut terkait upaya masyarakat untuk menekan timbulan sampah.

Dalam perkembangannya, kolaborasi antargenerasi juga terwujud dalam pengelolaan sampah di Pulau Pramuka, dengan fasilitas rumah daur ulang dikelola oleh para ibu, sementara lab plastik Rumah Literasi Hijau dikelola oleh generasi muda.

Ketua Rumah Literasi Hijau itu secara khusus menyoroti keterlibatan para pemuda Pulau Pramuka, yang beberapa di antara mereka dulu menjadi generasi pertama ikut memungut sampah di pantai bersama-samaibu-ibu beberapa belas tahun lalu. Kini mereka menjadi mentor untuk menggaungkan pengelolaan dan pemanfaatan sampah, salah satunya dengan menggunakan teknologi pirolisis yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.

Program bank sampah juga terus berjalan dengan nasabah di Pulau Pramuka sudah mencapai sekitar 200 warga. Dalam menjalankan bank sampah terdapat juga program barter yang Mahariah sebut sebagai program 3 banding 1, di mana masyarakat menyetor 3 kilogram sampah akan mendapat 1 liter BBM hasil pirolisis atau olahan jelantah dalam bentuk detergen dan sabun cuci piring.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Menuju MotoGP Mandalika 202...
Nasional
Kecelakaan KM Virgo Transpo...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.