22 Tahun Bom Bali, PJ Gubernur Bali Serukan Toleransi dan Harmoni
📅 Minggu, 13 Okt 2024, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Rolandus Nampu
BADUNG -Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menyerukan toleransi antarumat beragama dan pentingnya harmoni kehidupan bermasyarakat padaperingatan 22 tahun bom Bali.
Mahendra Jaya dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata di Monumen Ground Zero atau Monumen Bom Bali, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (12/10) malam mengatakan bom yang kejam meledak di tempat itu menghancurkan nyawa dan menggoreskan luka yang mendalam pada hati semua orang.
Namun, menurut dia, mengenang kejadian mengerikan tersebut dapat menciptakan ruang untuk merenung dan membangun perdamaian.
"Mari kita gunakan kejadian ini sebagai panggilan untuk mempromosikan pemahaman toleransi dan cinta antarsesama manusia," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyebutkan tragedi kemanusiaan yang terjadi pada 12 Oktober 2002 di Kuta, Bali itu mengingatkan semua orang akan mereka yang kehilangan nyawa, keluarga yang ditinggalkan dan mereka yang masih hidup dengan luka fisik dan emosional.
Menurut dia, penderitaan yang dihasilkan oleh peristiwa bom Bali adalah luka yang dalam, tetapi semua orang memiliki kesempatan untuk mengubahnya menjadi sumber kekuatan dan transformasi.
Dia menjelaskan, masyarakat yang menghadiri doa bersama sore hingga malam ini di Kutaberdiri bersama dalam solidaritas dan empati menyampaikan cinta kepada mereka yang terkena dampak tragedi ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, dalam perenungan doa kali ini, dia mengajak masyarakat untuk mengarahkan pandangan ke dalam hati menghadapi dua pilihan, apakah akan membiarkan kebencian, kekerasan, dan penderitaan tersebutterus berputar dalam lingkaran yang tak berujung,atau mengubahnya menjadi berkah dan perdamaian.
"Mari kita jadikan kenangan penderitaan ini sebagai titik awal untuk menginspirasi tindakan kita dan membangun dunia yang lebih harmonis," katanya.
Wiryanata mengatakan semua pihak memiliki peran dalam menciptakan perdamaian, meningkatkan kesadaran, dan berkomitmen untuk memperkuat hubungan antara manusia dan menghormati perdamaian serta persahabatan yang ada di dunia ini.
Dia mengajak masyarakat maupun keluarga korban tragedi bom Bali untuk berdamai dengan masa lalu, memaafkan, dan membangun masa depan yang lebih baik bersama-sama.
"Perdamaian mengajarkan kita untuk tidak melakukan konflik dan bertindak tanpa permusuhan atau niat buruk terhadap orang lain. Perdamaian juga memperlakukan orang lain tanpa melihat identitas dan saling menerima perbedaan," kata dia.
Dalam doa perdamaian itudia mengajak semua pihak bersatu sebagai satu umat manusia meningkatkan suara dengan tekad yang kuat untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!