Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Agar Sehat Mental, Kemenkes Tekankan Pentingnya Literasi Media Sosial

📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 11:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Agar Sehat Mental, Kemenkes Tekankan Pentingnya Literasi Media Sosial Doc: ANTARA/Adimas Raditya
Ket. Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi dalam acara bertema kesehatan mental yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (11/10/2024).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya masyarakat untuk memiliki literasi dan menyaring informasi di media sosial agar kesehatan mental tetap terjaga.


"Menurut saya sekarang kita itu terlalu banyak informasi. Kita justru perlu literasi dan menyaring informasi mana yang perlu kita dapatkan, karena ada bermacam-macam di media sosial," kata Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi kepada media di Jakarta, Jumat (11/10).

Imran mengatakan, media sosial diidentifikasi sebagai salah satu pemicu masalah kesehatan mental.

Menurut dia, tidak sedikit masyarakat mengalami stres akibat gaya hidup mewah atau prestasi yang sering dipamerkan di media sosial.

Padahal, tidak semua yang ada di media sosial tersebut merupakan fakta atau realita, sehingga masyarakat perlu literasi dan melakukan verifikasi terhadap kondisi sosial yang ada.

Selain itu, pemicu masalah kesehatan mental lainnya adalah faktor finansial masyarakat pada umumnya yang dinilai semakin menurun.

Oleh karena itu, ia turut mengimbau agar masyarakat agar tidak membandingkan kondisi keuangan atau kesejahteraan dengan orang lain.

"Orang gampang terpicu dengan prestasi orang lain, begitu kan. Jadi hal-hal seperti ini, saya kira literasi untuk menyaring informasi itu menjadi penting, sehingga kita tidak stres dan sehat secara mental," ujarnya.

Lebih lanjut Imran menyampaikan, Kemenkes telah melakukan upaya menyeluruh meliputi tindakan preventif, promotif, kuratif hingga rehabilitatif untuk menangani permasalahan kesehatan mental di Indonesia.

Upaya-upaya ini dilakukan kepada orang tua dan anak-anak, di mana orang tua dibekali pengasuhan positif supaya mereka bisa memberikan pengasuhan yang baik kepada anaknya.

Secara umum, upaya ini menargetkan agar calon Ibu memiliki kebahagiaan dan mental yang sehat.

Kemudian, upaya rehabilitasi terhadap luka psikologis untuk masing-masing kelompok masyarakat, di sekolah, perguruan tinggi, dan di tempat kerja.

"Jadi kalau ada orang yang merasa dia tidak sedang baik-baik saja, dia tahu kepada siapa dia harus bercerita atau curhat. Bagaimana memberikan rasa nyaman dulu kepada orang agar yang tadinya bermasalah, tidak berkembang menjadi gangguan jiwa," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Luar Negeri
Kemlu RI Pantau Keamanan WN...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.