Kemendikbudristek Dorong 600.000 Guru Ikuti PPG
📅 Kamis, 10 Okt 2024, 03:13 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Tangkapan layar Muhamad Ma'rup
JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan menengah, kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendimbudristek), Praptono, mendorong agar para guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan. Menurutnya, sebanyak 600 ribu guru mesti mengikuti PPG.
"Kalau tidak salah angkanya sampai di 600 ribu, ini yang kita dorong untuk mengikuti PPG Dalam Jabatan," ujar Praptono dalam siaran YouTube Ditjen PAUD Dikdasmen, yang diakses Rabu (9/10).
Dia berharap guru dapat memanfaatkan PPG agar bisa mendapat sertifikasi. Dengan demikian, kesejahteraan guru dapat terjamin.
"Karena ini keinginan kita untuk lebih bisa mensejahterahkan guru di Indonesia. Ini yang akan difasilitasi untuk mengikuti PPG," jelasnya.
Praptono mengungkapkan, pihaknya l akan melakukan pembaruan atau pemutakhiran pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hal ini untuk persiapan pelaksanaan program PPG.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia meminta guru mengisi Dapodik dengan tepat, akurat, dan valid. Menurutnya, seluruh kepala sekolah, guru pengawas, dan dinas pendidikan mesti juga mengingatkan gurunya di wilayah masing-masing.
"Dapodik ini akan digunakan pada PPG agar bisa memastikan guru kita ini bisa mendapatkan sertifikasi," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek, Nunuk Suryani, menekankan peran penting guru dalam membentuk masyarakat dan pentingnya memberdayakan mereka melalui pengembangan profesional yang berkelanjutan dan dukungan kebijakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, perlu pengintegrasian perspektif guru ke dalam kebijakan pendidikan dan menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan kolaborasi.
"Guru memainkan peran besar dalam membentuk masyarakat kita. Suara mereka harus didengar dan diberdayakan untuk mengatasi tantangan, karena mereka adalah agen transformasi yang menyebarkan visi dan misi pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan," terangnya. ruf/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!