Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPOM Tindak Tegas Peredaran Gas N2O Ilegal

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 15:58 WIB | Oleh:
BPOM Tindak Tegas Peredaran Gas N2O Ilegal Doc: RRI/Zahfa Putri

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) didampingi Bareskrim Polri, melakukan operasi penindakan pada sebuah rumah tinggal di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Rumah tinggal tersebut diduga difungsikan sebagai sarana peredaran dan gudang penyimpanan sediaan farmasi jenis gas medik Dinitrogen Monoksida (N2O) ilegal.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan dari penindakan tersebut, ditemukan barang bukti sediaan farmasi jenis gas N2O. Produk gas tersebut dikemas dengan merek dagang Baby Whip yang diduga akan dipasarkan secara daring (online) di marketplace.

Rincian temuan meliputi 51 pcs tabung 2,2 liter, 42 pcs tabung 640 gram, serta 9 pcs tabung valve berbagai ukuran mulai dari 1 kilogram, 2 kilogram, 4 kilogram, dan 7 kilogram. Selain itu, ditemukan juga sejumlah alat penunjang berupa alat pemanas (sealer), 2 rol plastik segel, 1 bungkus plastik wrapping dan 3 dus nozzle (alat bantu penggunaan N2O).

"Perkara ini sedang diproses secara hukum atas dugaan pelanggaran produksi atau peredaran sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tidak memenuhi ketentuan standar dan mutu," ujar Taruna dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/4).

Ia pun menegaskan, pelaku atau produsen yang melanggar dapat terancam pidana, penjara paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak 5 miliar rupiah.

Hal ini berdasarkan Pasal 435 jo. Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Juga tertuang dalam Pasal 436 ayat (1) jo. Pasal 145 ayat (1) terkait praktik kefarmasian tanpa keahlian/kewenangan.

Taruna menyebut, praktik peredaran sediaan farmasi tidak memenuhi standar sangat membahayakan masyarakat. Jika sesuai dengan kewenangan pengawasan BPOM, penggunaan gas N2O hanya diperbolehkan sebagai bahan tambahan pangan (BTP) dan sediaan farmasi jenis gas medik di fasilitas kesehatan.

Ia menjelaskan, Baby Whip atau produk sejenisnya tidak termasuk ke dalam kelompok bahan tambahan pangan (BTP). Hal ini Mengacu surat edaran Nomor 2 Tahun 2026 tentang ketentuan produksi, importasi, registrasi, dan peredaran bahan tambahan pangan dinitrogen monoksida.

"Ini bukan bahan tambahan pangan tapi ini gas medik. Gas medik tidak memiliki izin edar karena penggunaannya hanya dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan, bukan didistribusikan ke masyarakat secara langsung," ujar dia.

Penyalahgunaan sediaan farmasi ini merupakan ancaman nyata bagi kesehatan dan keselamatan publik. BPOM mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dan segera melapor jika menemukan produk mencurigakan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.