Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

45 Persen Pendapatan Negara untuk Bayar Utang

📅 Kamis, 10 Okt 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
45 Persen Pendapatan Negara untuk Bayar Utang Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Sekitar 45 persen pendapatan negara pada tahun 2025 akan habis digunakan untuk membiayai utang.

Besarnya beban pembiayaan pinjaman itu menyebabkan belanja negara yang dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi semakin kecil.

Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Dradjad H Wibowo, mengatakan dalam sebuah dialog di Jakarta, Rabu (9/10), tahun depan penerimaan negara dari perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP, dan hibah yang ditetapkan 3.005 triliun rupiah, hampir sebagian besar habis untuk debt service.

Berdasarkan hitungan, dari total penerimaan negara sekitar 45 persen atau 1.353,2 triliun rupiah bakal dipakai untuk membayar utang.

Utang tersebut terdiri dari 800,3 triliun rupiah cicilan pokok utang dan 552,9 triliun rupiah untuk bunga utang.

Oleh sebab itu, pemerintah harus mencari cara menaikkan pendapatan.

Lebih lanjut dikatakan, beban utang jatuh tempo 800 triliun rupiah bakal ditanggung oleh pemerintahan era Prabowo Subianto tiap tahun sejak 2025-2027.

Utang itu berasal dari pinjaman untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Dalam satu dekade terakhir, utang pemerintah meningkat dari 2.608,7 triliun rupiah pada 2014 menjadi 8.641 triliun rupiah saat ini.

Pada tahun depan, pemerintah berencana menambah utang lagi 775 triliun rupiah karena belanja negara yang ditetapkan sebesar 3.621,3 triliun rupiah dengan defisit anggaran sekitar 616,2 triliun rupiah.

Menurut Drajad, perlu tambahan anggaran belanja sebesar Rp300 triliun pada APBN 2025 guna memacu pertumbuhan ekonomi.

Dengan misi Presiden terpilih Prabowo Subianto yang ingin mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen, Drajad menyebut ekonomi tahun depan perlu digenjot agar tumbuh 5,8 - 5,9 persen.

"Supaya kita punya batu loncatan untuk mengejar 6-7 persen, kemudian ke 8 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

15 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.