Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenko PMK Pastikan Isu Kesehatan Jiwa Masuk Dalam RPJMN 2025-2029

📅 Senin, 07 Okt 2024, 19:36 WIB | Oleh:
Kemenko PMK Pastikan Isu Kesehatan Jiwa Masuk Dalam RPJMN 2025-2029 Doc: muhammad marup
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementeruan Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Woro Srihastuti Sulistyaningrum (kiri), dalam Deputy Meet The Press, di Jakarta, Senin (7/10).

JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menggatakan isu kesehatan jiwa masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Hal ini untuk mencegah masalah kesehatan jiwa yang bisa berdampak buruk.

"Jadi di dalam RPJMN dari 2025-2029 isu-isu terkait dengan kesehatan jiwa mental ini mulai kita perhatikan," ujar Woro, dalam Deputy Meet The Press, di Jakarta, Senin (7/10).

Dia menjelaskan, isu kesehatan jiwa saat ini mengancam juga generasi muda akibat tekanan di lingkungan mereka baik pendidikan maupun pekerjaan. Sebagai bentuk perhatian, pihaknya juga akan memasukan isu kesehatan jiwa dalam Indeks Pembangunan Pemuda.

"Kesehatan masih kesehatan yang kayak merokok terus ada keluhan kesehatan dan sebagainya jadi masih sifatnya fisiknya, yang kita lihat ya nah ini ke depan kita akan masuk ke sana (psikis)," jelasnya.

Woro menekankan, peran keluarga penting untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan jiwa bagi pemuda, terutama yang masih remaja. Di sisi lain, pemuda yang sedang dalam tekanan harus berani mengungkapkan keresahannya.

Dia menambahkan, pemerintah melalui beberapa kementerian menyediakan kanal-kanal pengaduan untuk mencegah masalah kesehatan jiwa. Pemerintah, kata Woro, juga menjalin kerja sama lembaga atau komunitas untuk menyediakan kanal pengaduan tersebut. "Ini adalah layanan-layanan yang bisa diakses, demikian juga untuk anak-anak muda kita," tuturnya.

Secara terpisah, Direktur Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi, menekankan, pentingnya literasi kesehatan mental. Menurutnya tidak semua masyarakat merasa sadar memerlukan bantuan terkait masalah kesehatan jiwa.

"Literasi kesehatan itu bukan hanya kesehatan jasmani, tetapi mental juga harus tahu. Ini yang yang sepertinya masih belum begitu banyak diketahui," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.