Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembudidaya Jamur Tiram di Lebak Kewalahan Layani Permintaan Pasar

📅 Minggu, 06 Okt 2024, 17:45 WIB | Oleh:
Pembudidaya Jamur Tiram di Lebak Kewalahan Layani Permintaan Pasar Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Produksi jamur tiram di Kabupaten Lebak, Banten, kini permintaan pasar meningkat sehubungan banyak masyarakat yang menggelar pesta pernikahan.

LEBAK - Sejumlah pembudidaya jamur tiram di Kabupaten Lebak, Banten, mengaku merasa kewalahan melayani permintaan pasar sehubungan di daerah itu banyak masyarakat yang menggelar pesta pernikahan."Kami sejak sepekan terakhir ini menghabiskan sekitar empat ton," kata Ibing (40), Ketua Pembudidaya Jamur Tiram Malabar, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Minggu.Produksi pembudidaya jamur tiram di wilayahnya dengan 10 anggota sangat membantu pendapatan ekonomi para pembudidaya setempat, karena permintaan konsumen cenderung meningkat.Biasanya, permintaan jamur tiram untuk satu pekan sebanyak dua ton, namun kini mencapai empat ton.Meningkatnya permintaan konsumen itu, karena banyak masyarakat yang menggelar pesta pernikahan."Kami meyakini musim pesta pernikahan itu dipastikan berlangsung sampai Desember mendatang," katanya menjelaskan.Menurut dia, dirinya memenuhi permintaan jamur tiram sebanyak empat ton itu ditampung oleh tengkulak dengan harga Rp14 ribu per kilogram, sehingga bisa menghasilkan pendapatan Rp56 juta.Permintaan konsumen itu terpenuhi oleh pembudidayajamur tiram Malabar, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.Produksi jamur tersebut dipasok ke Pasar Rangkasbitung, Pandeglang dan Serang."Kami meyakini pendapatan ekonomi perajin jamur tiram cukup membaik dengan meningkatnya permintaan itu dipastikan bisa meraup keuntungan jutaan rupiah," katanya menjelaskan.Begitu juga pembudidaya lainnya, Sarif (55), warga Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, mengatakan selama ini permintaan pasar cenderung meningkat dan mereka perajin merasa kewalahan melayani konsumen.Permintaan konsumen hingga mencapai tiga ton dari sebelumnya satu ton dan dipasok ke luar daerah.Saat ini, kata dia, jumlah perajin jamur tiram di wilayahnya itu sebanyak 10 anggota dengan menyerap 25 tenaga kerja lokal."Kami berharap pembudidaya dapat meningkatkan produksi, karena permintaan pasar cenderung meningkat," katanya.Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan para pembudidaya jamur tiram di daerah ini tumbuh dan berkembang, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar Rangkasbitung, Pandeglang, Serang, dan Tangerang."Kami minta pembudidaya jamur tiram dapat meningkatkan produksi, sehingga dapat terpenuhi permintaan pasar," katanya pula. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.