Tiongkok Pangkas Suku Bunga untuk Dongkrak Perekonomian
📅 Kamis, 26 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/ADEK BERRY
BEIJING - Bank Rakyat Tiongkok, pada hari Rabu (24/9), mengatakan akan memangkas suku bunga acuan lagi, sehari setelah meluncurkan serangkaian langkah baru yang bertujuan meningkatkan ekonominya yang sedang terpuruk.
"Fasilitas pinjaman jangka menengah, bunga pinjaman satu tahun kepada lembaga keuangan dipotong dari 2,3 persen menjadi 2,0 persen," kata Bank Rakyat Tiongkok dalam sebuah pernyataan di situs web-nya.
Dikutip dari Hong Kong Free Press, suku bunga terakhir kali diturunkan pada bulan Juli, dengan penurunan pada hari Rabu merupakan penurunan terdalam yang pernah tercatat.
Ekonomi terbesar kedua di dunia belum mencapai pemulihan pascapandemi yang sangat diantisipasi dan Beijing telah menetapkan sasaran pertumbuhan lima persen pada tahun 2024, sebuah tujuan yang menurut para analis optimistis mengingat tantangan yang dihadapinya.
Pada hari Selasa, Kepala Bank Rakyat Tiongkok, Pan Gongsheng, mengatakan pada konferensi pers di Beijing bahwa bank akan memperkenalkan serangkaian langkah untuk mendorong pertumbuhan dan berjanji untuk mendorong perluasan konsumsi dan investasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di antara langkah-langkah tersebut adalah pengurangan jumlah uang tunai yang harus disimpan bank sebagai cadangan dan penurunan suku bunga untuk hipotek yang ada.
Menyimpan Cadangan
Beijing mengatakan pemotongan rasio persyaratan cadangan, yang menentukan berapa banyak pemberi pinjaman harus menyimpan cadangan, akan menyuntikkan sekitar satu triliun yuan (141,7 miliar dollar AS) dalam likuiditas jangka panjang ke pasar keuangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemotongan suku bunga hipotek akan menguntungkan 150 juta orang di seluruh Tiongkok serta menurunkan rata-rata tagihan bunga rumah tangga tahunan sekitar 150 miliar yuan.
Pan mengatakan uang muka minimum untuk rumah pertama dan kedua akan disatukan, dengan pembayaran minimum untuk rumah kedua dikurangi dari 25 menjadi 15 persen.
"Beijing juga akan membuat program swap yang memungkinkan perusahaan memperoleh likuiditas dari bank sentral, yang akan secara signifikan meningkatkan kemampuan mereka untuk mengakses dana guna membeli saham," kata Pan.
Saham di Hong Kong melonjak lebih dari tiga persen pada pembukaan hari Rabu, melanjutkan reli lebih dari e m p a t persen pada hari sebelumnya.
Namun, para analis memperingatkan tindakan yang jauh lebih besar akan diperlukan mengingat tantangan yang dihadapi Tiongkok, khususnya di sektor properti.
"Serangkaian langkah pelonggaran moneter yang dilakukan Tiongkok tidak banyak membantu menstimulasi ekonomi dalam beberapa tahun terakhir," kata Shehzad Qazi dari China Beige Book.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!