Seruan Reformasi Struktur PBB Mendominasi Sidang Umum ke-79
📅 Kamis, 26 Sep 2024, 08:29 WIB | Oleh: Tim PenulisPresiden Tajikistan, Emomali Rahmon, mengatakan bahwa untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di dunia, PBB dan organisasinya harus mengambil langkah lebih aktif dalam mengoordinasikan upaya masyarakat dunia.
Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, menekankan perlunya membangun kembali kredibilitas PBB dan mengatakan standar ganda harus diakhiri.
Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, mengatakan negaranya mendukung reformasi struktural Dewan Keamanan yang kini "tidak mewakili realitas saat ini."
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menegaskan bahwa reformasi hanya bermakna jika dilakukan untuk semua, bukan hanya untuk beberapa pihak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Arsitektur Global Baru
Seruan untuk reformasi juga meluas ke lembaga internasional lainnya.
Presiden Kirgistan, Sadyr Japarov, menggambarkan KTT Masa Depan sebagai platform unik untuk meletakkan dasar bagi arsitektur global baru yang bekerja untuk semua orang, bukan hanya untuk elit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menuntut reformasi segera dalam struktur tata kelola dan lembaga keuangan internasional untuk memastikan representasi yang adil bagi negara-negara berkembang.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam sebuah acara di Prancis, menggambarkan sistem internasional sebagai "tidak lengkap dan tidak adil," dengan mengacu pada kurangnya perwakilan banyak negara berpenduduk besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!