Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar yang Jadi Calon Rektor Ini Miliki Lima Strategi Kembangkan UI

📅 Sabtu, 21 Sep 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Guru Besar yang Jadi Calon Rektor Ini Miliki Lima Strategi Kembangkan UI Doc: ANTARA/HO-Universitas Indoensia
Ket. Calon Rektor UI Prof. Heri Hermansyah.

Jakarta - Calon Rektor UI Prof. Heri Hermansyah yang merupakan sala satu dari tiga kandidat Rektor Universitas Indonesia (UI), memiliki lima strategi dalam mengembangkan universitas ini sebagai mercusuar ilmu pengetahuan di Indonesia.

"Kami berkomitmen untuk menyiapkan mahasiswa UI dalam menghadapi tantangan global dan memiliki keterampilan, karena diperlukan untuk sukses dalam lingkungan adanya perubahan dengan cepat," kata Heri dalam keterangan resminya, Jumat.

Heri yang merupakan Guru Besar termuda dari Fakultas Teknik UI, menjelaskan bahwa kelima strategi tersebut yang ia jalankan berdasarkan lima klaster yang telah diamati selama menjadi Dekan FT UI sejak 2022.

Pendekatan masalah yang dianalisis oleh Heri yaitu belum mandirinya pendanaan UI dan masih bergantungnya UI pada pendapatan dari uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa dan belum modernnya akses dan kualitas pendidikan.

Termasuk belum terbentuknya budaya inovasi dan entrepreneur; belum berdampak dan berkelanjutannya riset inovasi dan pengabdian masyarakat; belum optimalnya kiprah UI dalam persaingan global perguruan tinggi negeri; dan belum optimalnya tata kelola UI.

Selain itu, seperti halnya institusi lain, UI juga harus bergelut dengan pusaran arus problemVUCA (volatility, uncertainty, complexity, danambiguity) yang mendera dunia saat ini.

Heri mengusulkan lima strategi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Kelima strategi itu yaitu menempatkan inisiatif kewirausahaan sebagai payung strategi yang mampu memberdayakan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, riset dan inovasi yang berdampak, peningkatan daya kompetitif global, dan yang kelima adalah transformasi budaya dan tata kelola.

Pada hilirnya Heri merancang 15 program terobosan unggulan, antara lain reformasi tata kelola, peningkatan dana abadi dengan pengelolaan pada badan pengelola aset dan dana abadi UI, pengembangan karakter unggul budaya bangsa sivitas akademika.

Selanjutnya adalah peningkatan kualitas talenta dan kewirausahaan mahasiswa, peningkatan kesejahteraan warga UI, rekrutmen talenta global, peningkatan sarana digital dan TI kampus, dan kemitraan strategis berbasis internasionalisasi.

Heri dalam penutupannya mengatakan bahwa UI perlu senantiasa mengembangkan budaya akademik yang menghargai transparansi, akuntabilitas, dan kualitas yang unggul.

"UI harus terus menjadi mercusuar ilmu pengetahuan, seni, dan budaya yang berdampak positif serta menjadi akselerator kemajuan peradaban masyarakat Indonesia dan dunia," tutup dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.