Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aukus Rundingkan Kolaborasi dengan 4 Negara Lain

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 02:15 WIB | Oleh:
Aukus Rundingkan Kolaborasi dengan 4 Negara Lain Doc: AFP/Michael Errey
Ket. Kemitraan Aukus l (Dari kiri) Menhan Australia, Richard Marles, Menlu Inggris, David Cameron, dan Menhan Inggris, Grant Shapps, menggelar konferensi pers di Government House, Adelaide, Australia, pada 22 Maret lalu, ketika mereka usai mengikuti pertemuan tingkat menteri Aukus. Pada Rabu (18/9), Aukus menyatakan bahwa mereka sedang merundingkan potensi kolaborasi dengan 4 negara lain yaitu dengan Kanada, Jepang, Korsel dan New Zealand

SYDNEY - Kemitraan Aukus yang terdiri dari Australia, Inggris dan Amerika Serikat (AS) pada Rabu (18/9) mengatakan bahwa mereka sedang berdiskusi dengan Kanada, Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan New Zealand tentang potensi kolaborasi pada proyek teknologi pertahanan.

Sebelumnya Aukus berencana akan mengirimkan kapal selam bertenaga nuklir ke Australia pada dekade berikutnya, dan berkolaborasi dalam pengembangan senjata canggih lainnya yang mereka katakan akan meningkatkan pencegahan di Indo-Pasifik, di tengah kekhawatiran atas kebangkitan Angkatan Laut Tiongkok.

Para pemimpin dari Australia, Inggris, dan AS mengatakan bahwa mitra baru dapat berkontribusi pada apa yang disebut pilar Aukus ke-2 yang tidak melibatkan kapal selam nuklir.

"Kami tengah berkonsultasi dengan Kanada, New Zealand, Jepang dan Korsel untuk mengidentifikasi kemungkinan kolaborasi pada kemampuan tingkat lanjut di bawah pilar ke-2 Aukus," kata para pemimpin tersebut dalam pernyataan bersama untuk menandai ulang tahun ketiga Aukus.

Menteri Pertahanan Kanada, Bill Blair, pada kunjungannya ke Tokyo baru-baru ini mengatakan bahwa Kanada sedang berunding dengan Aukus mengenai bergabung dalam proyek tersebut. Sedangkan Menlu New Zealand, Winston Peters, mengatakan konsultasi tersebut merupakan kelanjutan dari eksplorasi cermat dan terencana negaranya dalam hal strategis dan ekonomi. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.