Filipina Tak Akan Biarkan Kapalnya Dipindahkan oleh Tiongkok
📅 Selasa, 10 Sep 2024, 02:59 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBeijing mengklaim hampir seluruh LTS, termasuk beberapa bagian yang diklaim oleh Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam. Beberapa bagian jalur perairan tersebut, yang dilalui oleh lalu lintas perdagangan senilai 3 triliun dollar AS setiap tahunnya, diyakini kaya akan cadangan minyak dan gas alam, serta stok ikan.
Pengadilan Arbitrase Permanen pada tahun 2016 menemukan bahwa klaim luas Tiongkok tidak memiliki dasar hukum dan putusan pengadilan itu ditolak oleh Beijing.
Pada Juni lalu, Amerika Serikat (AS) menegaskan kembali komitmennya terhadap keamanan Filipina setelah Manila menuduh Tiongkok melakukan "tindakan yang disengaja" untuk menghentikan misi pengiriman pasokan pada pasukan Filipina yang ditempatkan di Second Thomas Shoal yang disengketakan.
Dalam komentarnya pada Senin, Tiongkok menyalahkan Filipina atas apa yang disebut sebagai masalah kemanusiaan yang menyebabkan para pelaut Filipina yang berada di atas kapal yang dianggap Tiongkok sebagai "kapal yang terdampar secara ilegal" di dekat Sabina Shoal, tidak memiliki akses terhadap pasokan dan menambahkan bahwa orang-orang di atas kapal tersebut telah diperbolehkan untuk pergi.ST/SCMP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!