Kemendikbudristek Usul Tambah Anggaran Rp 26,44 Triliun
📅 Sabtu, 07 Sep 2024, 03:03 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Koran Jakarta/M. Fachri
Kemendikbudristek mengusulkan tambahan anggaran 26,44 triliun rupiah untuk mendanai program-program prioritas kementerian seperti kesejahteraan guru dan dosen.
JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengusulkan tambahan anggaran sebesar 26,44 triliun rupiah. Tambahan tersebut untuk mendanai program-program prioritas kementerian.
"Untuk memastikan terlaksananya program prioritas Kemendikbudristek agar layanan berjalan optimal, Kemendikbudristek menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar 26,44 triliun rupiah," ujar Nadiem, dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, di Jakarta, Jumat (6/9).
Dia menjelaskan, tambahan anggaran untuk memastikan kesejahteraan guru dan dosen serta memastikan akses kepada pendidikan itu masih terjaga. Pihaknya optimistis akan mendapatkan tambahan anggaran tersebut.
"Kami menyadari bahwa anggaran pendidikan secara makro meningkat cukup signifikan kami optimis akan mendapat tambahan anggaran untuk 2025," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai informasi,total alokasi anggaran pendidikan dalam RAPBN 2025 sebesar 722,6 triliun rupiah. Adapun berdasarkan Surat Bersama Pagu Anggaran (SBPA) Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas tanggal 19 Juli 2024, Pagu Anggaran Kemendikbudristek ditetapkan sebesar 83,19 triliun rupiah.
Total pagu anggaran Kemendikbudristek untuk tahun 2025 sebesar 83,19 triliun rupiah lebih kecil dari anggaran tahun 2024. Adapun total anggaran pada tahun 2024 sebesar 98,99 triliun rupiah.
Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, mengungkapkan, penambahan anggaran untuk memberi perhatian lebih pada perguruan tinggi swasta (PTS) untuk meningkatkan kualitas. Menurutnya, masih banyak PTS tertinggal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menambahkan, tambahan anggaran juga untuk memberi dukungan kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) non Pusat Keunggulan. Menurutnya, SMK tersebut kualitasnya masih rendah sehingga tidak bisa mendapat dukungan program SMK PK.
"Sehingga terdapat pergeseran usulan anggaran sebesar 300 miliar rupiah kepada program pendidikan tinggi dan 40 miliar rupiah pada pendidikan vokasi," ucapnya.
Suharti menekankan, untuk pemanfaatan anggaran 83,2 tidak mengalami perubahan. Pihaknya konsekuen melaksanakan berbagai program yang telah disepakati. "Harapan agar anggaran pendidikan untuk mendapat tambahan untuk tahun 2025 sehingga program-program utama yang belum dapat dimungkinkan dibiayai dengan anggaran 83,2 triliun rupiah dapat kita realisasikan," katanya.
Ada Temuan
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf, menyatakan adanya temuan 111 triliun rupiah anggaran pendidikan tidak terserap perlu diaudit. Menurutnya, hal tersebut sangat miris mengingat banyak temuan soal infrastruktur layanan pendidikan tanah air yang tidak layak.
"Kami sudah meminta agar Kemendikbudristek melakukan koordinasi audit bersama terkait anggaran pendidikan karena sebagian besar anggaran pendidikan tidak dikelola langsung oleh Kemendikbudristek," ujar Dede, dalam keterangannya kepada awak media, di Jakarta, Kamis (5/9).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!