Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kaltim Antisipasi Darurat Pertanian Pangan

📅 Rabu, 04 Sep 2024, 03:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kaltim Antisipasi  Darurat Pertanian  Pangan Doc: antara

SAMARINDA - Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan tiga upaya antisipasi darurat pertanian pangan menyusul dukungan daerah itu sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Kalimantan Timur Kementerian Pertanian (Kementan), Zainal Abidin.

"Tiga upaya itu adalah perluasan areal tanam, menggerakkan penyediaan pompa untuk mempermudah sistem irigasi, dan menggenjot penanaman padi di lahan kering," kata Zainal di Samarinda, kemarin.

Semua upaya Kaltim itu, menurutnya, merupakan respons terhadap kondisi ketersediaan pangan menyusul sejumlah tantangan bidang pertanian, selain pemenuhan kebutuhan seiring perpindahan para pegawai di IKN.

Upaya pertama yaitu perluasan area tanam merupakan jawaban atas kondisi lahan-lahan sawah yang beralih fungsi menjadi kawasan industri atau perumahan.

"Kami mendorong pembukaan lahan baru yang sebelumnya tidak tergarap. Di Kelurahan Sambutan, Samarinda, misalnya, telah dibuka sekira 30 hektar lahan sawah baru," katanya.

Secara keseluruhan, Kaltim memiliki agenda untuk membuka sekira 20 ribu hektar lahan baru. "Itu termasuk padi gogo dan sawah yang sebelumnya hanya ditanami sekali setahun. Kami meminta para petani untuk menanam dua hingga tiga kali dalam setahun," ujarnya.

Kemudian terkait upaya penyediaan pompa, Zainal menyebut bantuan pompa yang telah disalurkan pemerintah mencapai lebih dari 600 pompa di seluruh Kalimantan Timur guna mendukung irigasi.

"Pompanisasi itu sangat penting untuk mengatasi kendala jaringan irigasi yang sering menjadi hambatan produksi pangan," ujarnya.

Pompa-pompa itu disebar ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur untuk memastikan bahwa lahan pertanian mendapatkan pasokan air yang cukup. "Dengan adanya pompa itu, kami berharap produksi pangan dapat meningkat secara signifikan," katanya.

Terakhir adalah menggenjot penanaman padi lahan kering (gogo) sebagai upaya ketiga. Zainal mengatakan Kaltim lebih terkenal sebagai gudang padi gogo. "Kami mendorong masyarakat untuk menanam padi gogo di lahan-lahan yang tidak cocok untuk sawah," ujarnya.

Disamping tiga upaya itu, Zainal menekankan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi darurat pangan.

"Ada satuan tugas antisipasi darurat pangan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pertanian dan TNI Angkatan Darat," katanya.

Kolaborasi bersama TNI Angkatan Darat, lanjutnya, melibatkan bintara pembina desa (babinsa) untuk menggerakkan masyarakat dalam program partisipasi pangan. "Babinsa berperan memantau, mengedukasi, dan mendorong masyarakat untuk aktif dalam program ketahanan pangan," katanya.

Zainal optimistis Provinsi Kaltim mampu mengatasi tantangan ketersediaan pangan dan memastikan ketahanan pangan untuk masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

41 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.