Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Tengah Minimnya Hasil Tangkapan, Nelayan Trenggalek Larung Sesaji

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 16:30 WIB | Oleh:
Di Tengah Minimnya Hasil Tangkapan, Nelayan Trenggalek Larung Sesaji Doc: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Ket. Nelayan dibantu petugas melarung tumpeng nasi kuning berukuran jumbo dalam prosesi larung Sembonyo di Pelabuhan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (23/4).

TRENGGALEK -- Ratusan nelayan di pesisir Teluk Prigi, Jawa Timur, Kamis, melarungkan aneka sesaji hasil bumi dalam tradisi Larung Sembonyo sebagai bentuk syukur dan doa keselamatan melaut, meski saat ini mereka menghadapi kondisi minimnya hasil tangkapan ikan.

Tradisi tahunan yang digelar setiap bulan Selo dalam penanggalan Jawa itu berlangsung di kawasan Kecamatan Watulimo dan diikuti ribuan warga serta wisatawan yang memadati pesisir pantai.

Ketua Panitia Larung Sembonyo Wanto mengatakan ritual tersebut merupakan warisan turun-temurun masyarakat nelayan yang tidak hanya bermakna budaya, tetapi juga sarat nilai spiritual.

"Ini bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas keselamatan saat melaut, sekaligus harapan agar hasil tangkapan kembali membaik," katanya.

Rangkaian acara diawali kirab buceng atau tumpeng raksasa berisi hasil bumi dari Kantor Kecamatan Watulimo menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi.

Setibanya di pelabuhan, nelayan dan tokoh masyarakat menggelar doa bersama sebelum prosesi pelarungan.

Sesaji kemudian dibawa ke tengah laut menggunakan kapal utama dan diiringi ratusan perahu nelayan yang membentuk konvoi panjang di perairan selatan Jawa.

Selain buceng, pelarungan juga mencakup berbagai sesaji sebagai simbol persembahan dan doa, sekaligus wujud penghormatan terhadap leluhur, khususnya tokoh pembuka wilayah pesisir Prigi, Tumenggung Yudonegoro.

Pelaksanaan Larung Sembonyo tahun ini memiliki catatan berbeda dibanding tahun sebelumnya. Wanto menyebut kondisi hasil tangkapan ikan masih rendah akibat faktor alam.

"Tahun ini masih belum ada ikan atau belum musimnya, berbeda dengan tahun lalu," ujarnya.

Meski demikian para nelayan tetap melaksanakan tradisi tersebut sebagai ikhtiar spiritual kolektif agar masa paceklik segera berakhir dan hasil laut kembali melimpah.

Selain sebagai ritual adat, Larung Sembonyo juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas masyarakat pesisir serta menjaga nilai gotong royong dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Busyet… 150 Roda Dua Dika...
Olahraga
Pelatih Mengeklaim, Tim Pan...
Luar Negeri
Asean Mulai Kerepotan denga...
Olahraga
Liverpool Didesak Datangkan...

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Liga Inggris, Fulham Tak Ma...

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Fiorentina Tanpa Ampun Diba...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.