Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Modifikasi Cuaca untuk Dukung Pembangunan IKN

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Modifikasi Cuaca untuk Dukung Pembangunan IKN Doc: ISTIMEWA
Ket. MUHADJIR EFFENDY Menko PMK - Intinya jadi untuk menghindari kemungkinan pembangunan di IKN itu menghadapi gangguan akibat cuaca.

JAKARTA - Pemerintah akan mengerahkan operasi modifikasi cuaca untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Pada bulan September, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan berintensitas tinggi di wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.

"Intinya jadi untuk menghindari kemungkinan pembangunan di IKN itu menghadapi gangguan akibat cuaca," ujar Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, usai rapat tingkat menteri, di Jakarta, Senin (2/9).

Muhadjir menjelaskan jika kondisi tersebut tidak ditangani, dapat berpotensi menimbulkan bencana longsor dan banjir. Dengan demikian, operasi modifikasi cuaca akan tetap dilanjutkan setidaknya sampai tanggal 12 September 2024.

"Sehingga target-target untuk pembangunan fisik terutama di IKN bisa tercapai dengan maksimal. Saya kira itu saja dan sekitar sepakati tadi untuk bisa diperpanjang," jelasnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan di wilayah IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor, yang akan merugikan masyarakat. Keberhasilannya operasi modifikasi cuaca di atas 90, bahkan hingga 98 persen.

"Kalau dari BNPB bulan Juli 2024 itu modifikasi cuaca berhasil hingga 98 persen. Intinya, kita mencegah jangan sampai terjadi bencana pada masyarakat," ujar Suharyanto.

Lindungi Masyarakat

Suharyanto menegaskan BNPB terus melakukan mitigasi, utamanya di IKN untuk melindungi masyarakat dari bencana.

"Itu memang tugas yang harus dilakukan karena jangan sampai kita bergerak ketika terjadi bencana saja, tetapi sebelum terjadi bencana ini yang lebih penting," ucapnya.

Suharyanto mengemukakan operasi modifikasi cuaca tersebut dilakukan atas permintaan kepala daerah serta BMKG.

"Kami menyelenggarakan operasi modifikasi cuaca ini atas permintaan dari pemerintah daerah dan atas rekomendasi dari BMKG, sebagai salah satu cara untuk mengurangi risiko bencana dan dampak bencana, utamanya untuk mengurangi, mengalihkan, atau mendatangkan hujan," paparnya.

Ia menjelaskan operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk mengalihkan hujan ke beberapa wilayah lain guna mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor, dan upaya mitigasi tersebut juga telah dilakukan di wilayah-wilayah lain, tak hanya di IKN saja.

"Di wilayah Kaltim ini masih banyak turun hujan, masih beberapa titik juga terjadi banjir dan tanah longsor, sehingga kita menggerakkan operasi modifikasi cuaca supaya hujannya tidak datang secara deras atau dialihkan tempat lain, agar tempat-tempat yang dikhawatirkan bisa terjadi banjir dan tanah longsor dapat terkendali," tuturnya.

Sementara itu, Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menyebutkan hujan di wilayah IKN berbeda dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia karena memiliki karakteristik hujan sepanjang tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.