Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KSAD Pastikan Markas Denbekang di Jateng Selesai Desember 2024

📅 Senin, 02 Sep 2024, 17:02 WIB | Oleh:
KSAD Pastikan Markas Denbekang di Jateng Selesai Desember 2024 Doc: ANTARA/HO-Humas TNI AD
Ket. Proses pembangunan rumah dinas di Markas Detasemen Pembekalan dan Angkutan (Denbekang) IV-44-04/SKA di Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (2/9).

JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan pembangunan Markas Detasemen Pembekalan dan Angkutan (Denbekang) IV-44-04/SKA di Sukoharjo, Jawa Tengah, dijadwalkan selesai pada Desember 2024.

"Proyek ini direncanakan selesai pada Desember 2024 dan diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan mendukung tugas pokok prajurit dalam menjaga kedaulatan negara," kata Maruli dalam keterangan resmi TNI AD yang diterima ANTARA, di Jakarta, Senin.

Maruli menjelaskan markas tersebut dibangun di lahan baru karena markas sebelumnya direlokasi dari kawasan Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Maruli melanjutkan relokasi itu dilakukan karena pemerintah membangun Solo Islamic Center dan Masjid Raya Zayed, sebuah proyek kerja sama antara pemerintah dan Uni Emirat Arab di lahan tersebut.

Kini, markas Denbekang TNI AD yang baru akan berdiri di atas lahan seluas 24.000 meter persegi dengan luas bangunan 4.669 meter persegi dan area hijau 7.408 meter persegi di kawasan Sukoharjo.

Markas tersebut akan dilengkapi beragam fasilitas, di antaranya gedung utama, masjid, satuan pengisian bahan bakar TNI (SPBT), dan gudang perlengkapan perorangan.

"Selain markas, juga dibangun 17 unit rumah dinas dengan berbagai tipe untuk Dandenbekang dan perwira staf. Program pembangunan ini juga mencakup rumah dinas bagi prajurit di Korem 074/Wrt yang berlokasi di Asrama Kadipiro, Banjarsari, Solo," jelas Maruli.

Maruli memastikan pembangunan harus selesai tepat waktu dan dengan kualitas bangunan yang terbaik.

Dengan upaya pengadaan fasilitas yang layak tersebut, KSAD berharap seluruh jajaran Denbekang dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.