Tiongkok Rilis Laporan Ekologi untuk Perkuat Klaim
📅 Sabtu, 31 Agu 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Ted ALJIBE
BEIJING - Tiongkok pada Jumat (30/8) merilis laporan ekologi pertama yang mendukung klaimnya atas Sabina Shoal, sebuah terumbu karang yang disengketakan yang dalam beberapa hari terakhir telah menjadi titik api baru antara Beijing dan Manila di Laut Tiongkok Selatan (LTS).
"Tidak ada bukti pemutihan karang yang meluas di terumbu karang tersebut, seperti yang dituduhkan oleh Filipina tahun ini," kata Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok dalam sebuah laporan survei seraya menambahkan bahwa karang-karang tersebut secara umum dalam keadaan sehat dengan beberapa kerusakan lokal.
Manila mencurigai Beijing mereklamasi terumbu karang buatan di sekitar Sabina Shoal setelah menemukan bahwa karang yang hancur telah dibuang di sana, yang katanya merusak ekosistem.
Namun, para penulis laporan tersebut mengatakan bahwa justru aktivitas manusia yang sering dilakukan oleh personel Filipina telah menyebabkan dampak yang signifikan di dalam dan di sekitar Sabina Shoal.
Tiongkok juga menuduh Filipina menambatkan kapal secara ilegal, termasuk menambatkan kapal Penjaga Pantai BRP Teresa Magbanua di laguna beting tersebut, sehingga mengganggu pertumbuhan karang yang normal di daerah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penjaga Pantai Tiongkok pada Rabu (28/7) lalu mengatakan bahwa sebuah helikopter Filipina telah menjatuhkan pasokan ke BRP Teresa Magbanua setelah upaya Penjaga Pantai Filipina untuk memasok kembali kapal tersebut berulang kali diblokir oleh Tiongkok.
Kapal tersebut telah berada di daerah tersebut sejak April lalu untuk memantau kegiatan ilegal yang dicurigai dilakukan oleh Tiongkok di beting tersebut.
Tiongkok menuduh Filipina menduduki secara paksa Sabina Shoal, sementara Penjaga Pantai Filipina bersikeras bahwa kapal tersebut sedang dalam misi patroli rutin untuk mempertahankan kehadiran Filipina dan untuk memastikan perlindungan atas wilayah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kebuntuan ini pun telah mengakibatkan beberapa insiden tabrakan, di mana kedua belah pihak saling menyalahkan satu sama lain.
Sabina Shoal secara umum dikenal sebagai dataran rendah di Kepulauan Spratly, yang berada di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina, dan hanya berjarak 140 kilometer dari Pulau Palawan di Filipina. ZEE memberikan akses eksklusif kepada negara pantai atas sumber daya alam di perairan dan dasar laut.
Namun, survei Tiongkok yang dilakukan antara Mei dan Juli tahun ini, menemukan bahwa bagian dari kawanan karang yang terbentuk secara alami tersebut berada di atas air pada saat air pasang. Ini berarti beting tersebut dapat memenuhi syarat sebagai sebuah pulau sesuai dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), kata Chen Xiangmiao dari Institut Nasional untuk Studi LTS, sebagaimana dikutip oleh tabloid milik pemerintah Tiongkok, Global Times.
Jika Sabina Shoal diakui sebagai pulau Tiongkok, maka Beijing dapat mengklaim kedaulatan atas perairan di sekitarnya, sehingga kehadiran kapal-kapal Filipina di sana menjadi ilegal. Namun, untuk mendapatkan pengakuan, Beijing harus membawa kasus ini ke PBB dalam proses hukum yang panjang.
Perjanjian Pertahanan
Sementara itu kantor Kepresidenan Filipina pada Jumat mengumumkan bahwa Filipina dan Vietnam akan menandatangani perjanjian kerjasama pertahanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!