Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rasio Aset Industri Keuangan terhadap PDB RI Masih Rendah

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Rasio Aset Industri Keuangan terhadap PDB RI Masih Rendah Doc: ANTARA/UYU SEPTIYATI LIMAN
Ket. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan pemaparannya di acara Peluncuran Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Industri Penjaminan Indonesia 2024–2028 di Jakarta, Selasa (27/8).

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio sejumlah aset industri keuangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional Indonesia termasuk salah satu yang terendah dibandingkan negara-negara sejawat (peer countries) di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, di Jakarta, Selasa (28/8), menyampaikan total aset dan kapitalisasi aset industri keuangan di Indonesia sebenarnya cukup besar yakni mencapai 160 persen dari PDB.

Nilai tersebut terdiri dari aset industri perbankan dan nonperbankan sebesar 15,3 ribu triliun rupiah serta kapitalisasi pada pasar modal sebesar 18,7 ribu triliun rupiah.

"Sekalipun angka tersebut besar secara nominal, tapi jika dilihat rasio dari angka tadi terhadap PDB Indonesia dan dibandingkan dengan rasio dari besaran masing-masing aset terhadap PDB negara-negara di kawasan, terlihat masih rendah," ujarnya.

Seperti dikutip dari Antara, berdasarkan data Bank Dunia (World Bank) yang dipaparkan dalam presentasinya, jumlah aset sektor perbankan di Indonesia hanya sebesar 59 persen dari PDB.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan rasio nilai aset sektor perbankan terhadap PDB di Malaysia (192 persen), Singapura (608 persen), Thailand (130 persen), Filipina (94 persen), Tiongkok (336 persen), dan Vietnam (217 persen).

Industri Asuransi

Rasio aset industri asuransi terhadap PDB di Indonesia juga termasuk salah satu yang terendah dibandingkan peer countries tersebut, yakni sebesar 8 persen. Hanya Vietnam yang memiliki rasio yang senilai.

Rasio yang dimiliki Filipina tercatat sedikit lebih tinggi yakni 9 persen, sedangkan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Tiongkok memiliki rasio yang cukup tinggi yakni masing-masing sebesar 20 persen, 55 persen, 25 persen, dan 22 persen.

Sementara rasio kapitalisasi pasar ekuitas terhadap PDB di Indonesia sebesar 51 persen, lebih tinggi daripada rasio aset serupa di Vietnam yang tercatat sebesar 49 persen.

Namun, angka tersebut masih kalah dibandingkan rasio kapitalisasi pasar ekuitas terhadap PDB di Malaysia (97 persen), Singapura (141 persen), Thailand (101 persen), Filipina (75 persen), dan Tiongkok (64 persen).

Terkait rasio oustanding surat utang pemerintah terhadap PDB Indonesia juga memiliki nilai yang lebih baik dari pada Vietnam, yakni masing-masing 28 persen dan 17 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Air Baku PDAM Bangka Tengah...
Megapolitan
Minggu Sore Hujan Mengintai...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.