Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Serius Dorong Transisi Energi

📅 Selasa, 27 Agu 2024, 08:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Serius Dorong Transisi Energi Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah hendak menjadikan kedatangan Paus Fransiskus sebagai momen untuk memberitahukan ke dunia bahwa Indonesia serius pada isu energi bersih atau transisi energi. Apalagi kelestarian alam sejalan dengan ensiklik Paus Fransiskus Lau Datosi yang menekankan bahwa bumi adalah "rumah bagi kita semua".

"Semoga upaya pelestarian alam (transisi energi) benar-benar menjadi hal konkret di Indonesia sesuai dengan ajaran Sri Paus," ucap Rm. Thomas Ulun Ismoyo, Konferensi Waligereja Indonesia/Juru Bicara Panitia Kunjungan Paus Fransiskus dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema "Kunjungan Paus Fransiskus Simbol Persahabatan Lintas Agama", Senin (26/8).

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, mengatakan salah satu materi yang dibahas dalam kunjungan Sri Paus terkait kelestarian alam. Hal itu akan menjadi salah satu isu yang dibahas dalam kunjungan Sri Paus ke Masjid Istiqlal pada 5 September mendatang.

Bagusnya, kata Nasaruddin Umar, Masjid Istiqlal menjadi rumah ibadah pertama di dunia yang mendapatkan Sertifikat Green Building Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE), dari International Finance Corporation (IFC). "Ini bukti nyata komitmen kecintaan kita terhadap lingkungan," ungkapnya .

Sertifikat Green Building Masjid Istiqlal ini, papar dia, sudah melampaui serangkaian penilaian dan proses peremajaan ramah lingkungan yang terbukti menurunkan jejak karbon secara signifikan.

Dari proses tersebut, hasil yang diperoleh ialah pembuktian penghematan energi sebesar 23 persen, antara lain produk AC yang hemat energi, Lampu LED, pengunaan smart building system untuk operasional, serta solar panel 163 KWP yang saat ini berkontribusi sekitar 13 persen konsumsi energi.

Pihaknya merasa sangat terhormat dapat menjadi masjid pertama di dunia yang mendapatkan sertifikasi Final EDGE. "Pencapaian yang luar biasa ini merupakan bukti nyata dari komitmen kami untuk mendukung kelestarian lingkungan baik di kawasan Masjid Istiqlal maupun di seluruh negeri," tambah KH Nasaruddin Umar.

Matangkan Persiapan

Dia menyatakan Masjid Istiqlal telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk menyambut Paus Fransiskus. Saat ini, masjid terbesar di Indonesia ini sudah memiliki standar penerimaan tamu penting, karena hampir seluruh kepala negara yang berkunjung ke Indonesia menyempatkan diri untuk berkunjung.

Pihaknya menyambut dengan tangan terbuka kunjungan pemuka agama Katolik dunia ini. Menurutnya, masjid terbesar di Asia Tenggara ini tidak hanya dikenal karena kemegahannya, melainkan juga karena perannya dalam memperkuat kerukunan antar-umat beragama di Indonesia.

Di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, toleransi menjadi kunci untuk memperkuat pengertian dan persaudaraan. "Istiqlal adalah cermin dari semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi kebangsaan kita," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.