Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Natuna Imbau Nelayan Tidak Masuk Perairan Negara Asing

📅 Jumat, 23 Agu 2024, 17:08 WIB | Oleh:
Pemkab Natuna Imbau Nelayan Tidak Masuk Perairan Negara Asing Doc: ANTARA/Muhamad Nurman
Ket. Kapal nelayan di pelabuhan Lubuk Lumbang Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna.

NATUNA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau mengimbau nelayan di daerah itu untuk tidak memasuki perairan negara asing saat mencari ikan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Hadi Suryanto saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Natuna, Jumat, mengatakan memasuki perairan negara lain berarti telah melanggar hukum dan berpotensi ditahan oleh pihak asing.

Ia menyebut nelayan Natuna sudah beberapa kali ditahan di negara asing, yakni Malaysia, akibat memasuki perairan mereka.

"Yang terbaru, terjadi pada hari kemerdekaan kita, tanggal 17 Agustus, ada dua kapal yang ditahan di Malaysia," ucap dia.

Ia mengaku sedang melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mengetahui pasti identitas nelayan-nelayan yang ditahan dan kondisinya saat ini.

"Kita belum tahu pasti identitas para nelayan yang ditahan, ada yang mengatakan dari Natuna ada juga yang mengatakan dari Bintan," ujar dia.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Natuna Henri mengatakan nelayan yang ditahan di Malaysia merupakan nelayan Natuna dan Anambas.

"Informasi yang kita dapatkan, satu kapal berasal dari Anambas satu lagi kapal dari Bintan yang dinahkodai nelayan Natuna," ucap dia.

Menurut dia, penyebab nelayan Kepulauan Riau memberanikan diri memasuki wilayah negara asing karena mereka tidak mampu bersaing dengan kapal ikan asing (KIA) yang beroperasi di wilayah tangkap mereka atau Indonesia.

Ia menjelaskan nelayan Natuna merupakan nelayan tradisional yang mengambil hasil laut menggunakan pancing, sedangkan nelayan asing menggunakan jaring.

Parahnya, katanya, alat tangkap yang digunakan oleh KIA merupakan alat terlarang yang bisa merusak ekosistem.

"Mereka (nelayan Natuna) tidak mampu bersaing. Oleh karena itu, kepada Presiden tolong perhatikan kedaulatan kita di Laut Natuna Utara, perkokoh pertahanan kita di sana, perbanyak kapal pengawas, kapal patroli, cukupkan anggaran mereka agar setiap hari ada kapal pengawas kita yang menjaga nelayan saat melaut, dan menjaga sumber daya kita agar tidak dikuras kapal asing," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.