Pengadilan Pecat PM Srettha karena Kasus Etika
📅 Kamis, 15 Agu 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim PenulisSrettha berkuasa kurang dari setahun yang lalu sebagai ketua koalisi yang dipimpin oleh Pheu Thai, setelah mencapai kesepakatan dengan partai-partai yang memiliki hubungan dengan militer. Keputusan tersebut menyoroti perpecahan lama dalam politik Thailand antara partai konservatif dan partai progresif seperti Pheu Thai dan saingan barunya, MFP.
Dalam waktu sepekan, mahkamah konstitusi telah memberhentikan PM terpilih dan membubarkan MFP, partai yang memenangkan kursi terbanyak pada pemilu tahun lalu.
Atas putusan mahkamah konstitusi itu, Partai Pheu Thai mengeluarkan pernyataan bahwa mereka bersumpah untuk terus bekerja untuk rakyat.
"Ini bukan pertama kalinya Pheu Thai menghadapi hambatan. Namun kami akan terus bekerja tanpa henti," kata pernyataan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Setiap kali kami terjatuh, kami akan bergerak maju dan kembali dengan keamanan yang lebih baik, demi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Thailand," imbuh partai itu. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!