Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren Membanggakan, Kepiting Bakau Belitung Tembus Pasar Singapura

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren Membanggakan, Kepiting Bakau Belitung Tembus Pasar Singapura Doc: ANTARA/Kasmono/Apriliansyah
Ket. Kepenting bakau asal Belitung berhasil tembus pasar Singapora.

Tanjungpandan - Kepiting bakau asal Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil menembus pasar Singapura guna memenuhi permintaan dari sejumlah restoran ternama dan hotel berbintang di "Negeri Singa" itu.

"Kalau pengiriman memang tujuannya ke luar negeri salah satunya adalah Singapura," kata pengusaha kepiting bakau asal Belitung, Darsono di Tanjung Pandan, Senin.

Menurut dia, kepiting bakau tersebut tidak dikirim langsung ke Singapura, melainkan melewati Jakarta terlebih dahulu kemudian menuju Batam dan dikirim ke Singapura via Batam melalui jalur laut.

"Memang tidak ekspor langsung namun dari sini (Belitung) dikirim ke pemasok ekspor di Jakarta lanjut dikirim ke Batam dan masuk ke Singapura menggunakan kapal laut," ujarnya.

Ia mengatakan, volume pengiriman kepiting bakau Belitung menuju Singapura cukup bervariasi tergantung kondisi musim.

Apabila musim bagus, lanjut Darsono, volume pengiriman bisa mencapai 100 kilogram bahkan lebih, namun jika kondisi normal biasanya hanya sekitar 50 sampai 60 kilogram per satu kali pengiriman.

"Musim kepiting bakau yang bagus itu berlangsung di bulan September sampai April biasanya stok banyak di lapangan dan kepiting mudah didapatkan," katanya.

Darsono menambahkan, adapun ukuran kepiting yang diminati oleh pelanggan yakni kepiting dengan ukuran tujuh ons sampai satu kilogram dan masih dalam kondisi hidup

"Untuk harga kepiting dengan ukuran tersebut bisa mencapai Rp200 ribu sampai Rp300 per kilogram," ujarnya.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Belitung, Rekie Irawan mengatakan pasar kepiting bakau memang terbuka lebar, tidak hanya memenuhi permintaan lokal namun juga luar daerah termasuk ekspor.

"Belitung memiliki potensi kepiting bakau yang cukup menjanjikan dengan garis pesisir pantai yang cukup panjang dan hutan mangrove yang masih asri dan tumbuh lebat menjadi habitat kepiting bakau," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.