Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Perlu 8 Polder Cegah Banjir

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jakarta Perlu 8 Polder Cegah Banjir Doc: ANTARA FOTO/Khaerul Izan
Ket. Ilustrasi. Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Rumah Pompa Kebon Raya di Jakarta, Rabu (18/10/2023).

JAKARTA - Untuk mengatasi banjir Jakarta perlu delapan sistem polder. Rencana pembangunan polder ini akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 . "Pembangunan sistem polder untuk mengatasi banjir di delapan titik," kata Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta, Ika Agustin Ningrum, Senin.

Menurutnya, pembangunan sistem polder akan dilakukan di beberapa lokasi. Lokasi tersebut adalah Pompa Bulak Cabe, Pompa Kayu Putih (Rawa Terate), Cempaka Putih, dan Cengkareng. Kemudian, Kalideres, Ancol, Cilincing KBN, Mangga Raya Granville, dan Pompa Kampung Sawah (Rawa Terate).

Sistem polder sendiri adalah metode penanganan banjir dengan kelengkapan bangunan sarana fisik. Ini meliputi saluran drainase, kolam retensi, dan pompa air yang dikendalikan sebagai satu kesatuan pengelolaan. Dia menuturkan, penanganan banjir Jakarta melalui sistem polder ini diharapkan dapat meminimalkan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Dalam proses pembangunan tersebut, kata Ika, tidak ada pembebasan lahan karena berada di tempat yang sudah ada. SDA upayakan tidak ada pembebasan lahan. Ini masih proses perencanaan. Jadi, sebelum pembangunan akan disosialisasi terlebih dulu.

Ika mengakui, proyek penanganan banjir dengan menggunakan sistem polder memang tidak mudah dan tidak murah. Sebab membutuhkan anggaran yang besar, maka perlu dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. "Memang proyek ini tidak mudah, maka butuh dukungan dewan," ujarnya.

Pembangunan delapan sistem polder direncanakan bisa terlaksana mulai tahun ini. Dia menargetkan selesai pada tahun 2027. Total biaya diperkirakan mencapai 3,9 triliun.

Dalam lembar perencanaan anggaran diperlukan bertahap. Tahun ini dibutuhkan anggaran 260 miliar. Tahun depan perlu 712 miliar. Sedangkan untuk tahun 2026 dibutuhkan 2,2 triliun, dan pada tahun 2027 sebesar 730 miliar.

Akan tetapi dalam rapat dengan Komisi D DPRD dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2024 belum disetujui. Ini akan diusulkan untuk diajukan dalam APBD 2025 murni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.