Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Bertutur Satukan Kebudayaan dan Keanekaragaman Hayati

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Bertutur Satukan Kebudayaan dan Keanekaragaman Hayati Doc: ANTARA/HO-Kemendikbudristek
Ket. Pembukaan Mega Festival Indonesia Bertutur 2024 di Lapangan Chandra Muka, Batubulan, Gianyar, Bali, pada Rabu (7/8/2024) malam.

Jakarta - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid mengatakan Festival Indonesia Bertutur menyatukan kebudayaan dan keanekaragaman hayati sebagai kekuatan bangsa Indonesia.

"Malam ini kita menyaksikan pagelaran Maha Wasundari. Karya ini ingin mengingatkan kita untuk menghargai kebudayaan dan keanekaragaman hayati, karena sejatinya dua hal itu yang menjadi inti dari kekuatan dan kekayaan Indonesia. Jika kedua hal ini dipertemukan, maka Indonesia akan memiliki masa depan yang cerah," kata Hilmar dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Mega Festival Indonesia Bertutur pada Rabu (7/8) malam di Lapangan Chandra Muka, Batubulan, Gianyar, Bali.

Ia juga mengemukakan Mega Festival Indonesia Bertutur 2024 bertujuan mengangkat tema keanekaragaman hayati, keseimbangan alam, dan keberlanjutan kebudayaan untuk menyadarkan generasi saat ini tentang pentingnya mempertahankan warisan-warisan kebudayaan.

"Kearifan-kearifan yang diwariskan leluhur harus dilihat kembali dan digunakan sebagai panduan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Jika warisan-warisan itu menunjukkan tanda-tanda kepunahan pada generasi saat ini, berarti ada perilaku yang keliru dan harus segera diperbaiki," tuturnya.

Hilmar menambahkan Mega Festival Indonesia Bertutur diharapkan juga berdampak pada pembangunan nasional, berkaca pada hasil riset kegiatan festival seni dan budaya seperti Jogja NETPAC Asian Forum Festival (JAFF) dan ARTJOG yang berdampak positif pada ekonomi.

"Untuk setiap rupiah biaya penyelenggaraan festival, diperoleh Rp6 miliar dari pengeluaran pengunjung. Sebagai contoh pada JAFF, dengan biaya penyelenggaraan Rp1 miliar, ada dampak langsung kepada ekonomi lokal sebesar Rp5,9 miliar, sedangkan ARTJOG dengan biaya penyelenggaraan Rp7 miliar, total pengeluaran pengunjung yang terhitung sebesar Rp 42,9 miliar," paparnya.

Pembukaan Indonesia Bertutur 2024 ditandai dengan seremoni membunyikan Okokan dengan cara menggoyangkannya. Okokan adalah alat musik tradisional Bali yang menjadi simbol dari kesuburan, penciptaan, dan keharmonisan.

Mega Festival Indonesia Bertutur 2024 mengusung tema "Subak: Harmoni dengan Pencipta, Alam, dan Sesama" yang menghadirkan 120 karya seni pertunjukan, seni rupa, film hingga seni media yang inspiratif.

Festival tersebut terbuka gratis bagi publik dan melibatkan 900 pelaku seni budaya.

"Indonesia Bertutur hadir untuk menerjemahkan kekayaan pengetahuan tradisional ke dalam bentuk seni kontemporer yang lebih mudah dinikmati masyarakat. Melalui mega festival ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan kedekatan dengan kekayaan budaya Indonesia," ucap Hilmar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.