Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DKI Ingin Kolaborasi dengan Akademisi Guna Tangani Limbah Bunga

📅 Rabu, 07 Agu 2024, 16:01 WIB | Oleh:
DKI Ingin Kolaborasi dengan Akademisi Guna Tangani Limbah Bunga Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ket. Arsip foto - Pekerja merangkai bunga anggrek di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta, Senin (8/4/2024). Penjualan sejumlah jenis bunga, seperti krisan, mawar, anggrek, hingga sedap malam seharga Rp20 ribu - Rp250 ribu per ikat di pasar tersebut mengalami kenaikan 30-80 persen sejak Minggu (7/4) atau H-3 lebaran dan diperkirakan akan semakin meningkat pada Selasa (9/4) seiring banyaknya warga yang ingin menghias rumahnya saat Idul Fitri 1445 H.

Jakarta -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang kolaborasi dengan akademisi dan pihak swasta untuk menangani limbah bunga di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, agar menjadi produk bernilai ekonomi.

Hal ini disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian (PPSHP) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI JakartaAstri Ilhamsyah di Jakarta, Rabu.

"Kami ingin berkolaborasi dengan akademisi, swasta untuk memecahkan permasalahan sampah," kata Ilham.

Menurut dia, kolaborasi ini salah satunya dapat terwujud dalam bentuk edukasi mengeringkan bunga seperti yang ditampilkan dalam "Festival Bunga Rawa Belong 2024". Melalui edukasi ini, pedagang bisa tetap mendapatkan cuan kendati bunga hias segar tak laku dijual.

"Akademisi memberikan edukasi nanti bunga daripada tidak laku bisa dikeringkan. Jadi tren juga bunga kering itu untuk undangan, kartu ucapan," ujar dia.

Selama ini, pihaknya menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta guna menangani limbah berupa tangkai bunga tak terpakai.

Dia menyebut saat pasar sepi pembeli, sampah yang terangkut bisa sebanyak dua truk. "Kalau pasar sedang sepi bisa dua truk sehari mereka mengangkut seperti bunga mawar, sedap malam, krisan itu terbuang saja," kata dia.

Padahal dulu, kataIlham, pihak UPT mengoperasikan mesin pencacah sampah dari pasar bunga yang sebagian besar merupakan organik. Sampah yang sudah tercacah dikeringkan dan dibuat kompos.

Namun, karena faktor biaya operasional mesin yang tinggi dan berkurangnya tenaga kerja, maka penanganan sampah diserahkan pada Dinas LH.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati menambahkan bahwa Pemprov DKI juga menyediakan bank sampah yang memungkinkan pedagang Pasar Bunga Rawa Belong menabung emas.

"Kami memberikan pada pedagang bank sampah yang bisa mendapatkan emas, tabungan emas. Dan dari Dinas LH kami diberikan mesin pencacah," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

16 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.