Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mali Putus Hubungan Diplomatik dengan Ukraina

📅 Senin, 05 Agu 2024, 08:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mali Putus Hubungan Diplomatik dengan Ukraina Doc: X/@Clash Report
Ket. Juru bicara pemerintah Mali Kolonel Abdoulaye Maiga.

DAKAR - Mali mengatakan pada hari Minggu (4/8) memutuskan hubungan diplomatik dengan Ukraina, menuduh seorang pejabat senior Ukraina telah mengakui peran Kyiv dalam kekalahan besar yang dialami pasukan Mali pada bulan Juli.

Anggota kelompok tentara bayaran Russia Wagner termasuk di antara korban dalam kekalahan tersebut, yang terjadi pada akhir Juli di wilayah utara negara itu, yang oleh penguasa militer Mali disalahkan pada "kaum separatis dan jihadis".

Mali akan memutuskan hubungan "dengan segera", kata juru bicara pemerintah Kolonel Abdoulaye Maiga.

Pemerintah Mali terkejut mengetahui pernyataan Andriy Yusov, juru bicara badan intelijen militer Ukraina, GUR, kata Maiga.

Yusov telah "mengakui keterlibatan Ukraina dalam serangan pengecut, berbahaya, dan biadab oleh kelompok teroris bersenjata" yang telah menyebabkan tewasnya tentara Mali, pernyataan Maiga menambahkan.

Berbicara di televisi Ukraina, Yusov mengatakan seluruh dunia menyadari bahwa pemberontak "telah menerima data yang diperlukan yang memungkinkan mereka untuk melaksanakan operasi melawan penjahat perang Russia".

Pada hari Sabtu, Senegal memanggil duta besar Ukraina karena telah menerbitkan komentar dalam "video propaganda" di halaman Facebooknya.

Tindakan Ukraina telah melanggar kedaulatan Mali dan merupakan campur tangan asing yang tidak dapat diterima serta dukungan terhadap terorisme internasional, kata pernyataan Maiga.

Pertempuran sengit selama tiga hari meletus di dekat perbatasan Aljazair pada tanggal 25 Juli di sebuah kamp militer di Tinzaouatene.

Separatis yang dipimpin Tuareg mengatakan pada hari Kamis, mereka telah membunuh 84 pejuang Wagner dan 47 tentara Mali.

Dalam sebuah video yang ditonton AFP pada hari Jumat, Perdana Menteri Mali Choguel Kokalla Maiga mengakui mereka telah kalah dalam "pertempuran" di Tinzaouatene.

Militer Mali telah mengakui bahwa mereka mengalami "sejumlah besar" kematian selama pertempuran tetapi belum merilis angka pastinya.

Minggu ini, Menteri Luar Negeri Russia Sergei Lavrov menegaskan kembali dukungannya terhadap Bamako melalui panggilan telepon dengan Menlu Mali Abdoulaye Diop.

Para pemimpin militer negara Afrika Barat yang merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2020 telah memprioritaskan merebut kembali seluruh negara dari pasukan separatis dan jihadis yang terkait dengan Al-Qaeda dan kelompok ISIS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

54 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.