Gempa Kuat M6,8 Guncang Mindanao, Filipina
📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 08:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: NST
MANILA - Gempa bumi berkekuatan 6,8 mengguncang lepas pantai Filipina selatan pada Sabtu (3/8), kata Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan dan tidak ada laporan kerusakan.
Gempa dangkal itu terjadi sesaat sebelum pukul 6.30 pagi waktu setempat, sekitar 20 kilometer (12 mil) dari desa Barcelona di sebelah timur pulau Mindanao, kata USGS.
Banyak orang pasti sedang tertidur ketika getaran kuat mengguncang mereka dari tempat tidur.
Gempa ini tidak memicu peringatan tsunami, menurut Sistem Peringatan Tsunami AS dan badan seismologi Filipina.
Badan seismologi setempat juga mengatakan tidak ada kerusakan yang diperkirakan terjadi akibat gempa bumi tersebut, tetapi memperingatkan adanya gempa susulan di wilayah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di kotamadya Lingig, tempat Barcelona berada, petugas bencana setempat Ian Onsing mengatakan dia terbangun karena gempa.
"Guncangannya cukup kuat. Benda-benda di sekitar sini bergerak. Saya kira, guncangannya berlangsung sekitar 10-15 detik," kata Onsing kepada AFP melalui telepon.
"Saya tidak memperkirakan akan ada kerusakan lagi, tapi kami akan kembali meninjau lokasi sekitar pukul 8.00 pagi untuk memastikan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sejauh ini, belum ada laporan korban atau kerusakan. Kami sekarang memantau pantai untuk melihat apakah ada pergerakan besar."
Di wilayah Hinatuan, sekitar 25 kilometer di utara Barcelona, ??petugas bencana setempat Jerome Ramirez melihat peralatan "bergerak selama sekitar 30 detik" akibat guncangan kuat.
Ramirez mengatakan tidak ada laporan cedera atau kerusakan di masyarakat pesisir di daerah tersebut.
"Saat ini kami hanya memantau kemungkinan gempa susulan," kata Ramirez kepada AFP melalui telepon.
Gempa bumi rutin melanda Filipina yang terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik, busur aktivitas seismik dan vulkanik hebat yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.
Sebagian besar terlalu lemah untuk dirasakan oleh manusia, tetapi gempa bumi yang kuat dan merusak terjadi secara acak tanpa adanya teknologi yang tersedia untuk memprediksi kapan dan di mana gempa akan terjadi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!