Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bawaslu Jateng Bershalawat, Kajati Jateng dan Habib Syech Tolak Politik Uang di Pilkada 2024

📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 11:57 WIB | Oleh:
Bawaslu Jateng Bershalawat, Kajati Jateng dan Habib Syech Tolak Politik Uang di Pilkada 2024 Doc: KORAN JAKARTA/HENRI PELUPESSY
Ket. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah Ponco Hartanto menghadiri kegiatan Bawaslu Jateng Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, yang digelar di Simpang Lima Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/8) malam.

SEMARANG - Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kajati Jateng), Ponco Hartanto, menghadiri kegiatan Bawaslu Jateng Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang digelar di Simpang Lima Semarang, Jumat (2/8).

Acara yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah (Bawaslu Jateng) ini untuk menguatkan persatuan dan kesatuan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.

Kajati Jateng Ponco menyampaikan pentingnya kebersamaan dalam mempererat tali silaturahmi di masyarakat."Bershalawat bukan hanya sebagai ungkapan syukur, tetapi juga sebagai bentuk kebersamaan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Ponco di sela kegiatan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memeriahkan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Walikota (Pilwakot) yang akan dilaksanakan beberapa waktu mendatang.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik dan lancar. Mari kita jadikan Pilkada dan Pilwakot sebagai momentum untuk memilih pemimpin yang terbaik bagi daerah kita," tandas Ponco.

Hal senada juga disampaikan Habib Syech. Ia mengimbau masyarakat harus bisa menolak serangan fajar atau politik uang bila diberikan oleh salah satu kandidat calon dalam Pilkada 2024.

Habib Syech menegaskan bahwa serangan fajar atau politik uang merupakan praktik yang merusak integritas dan moralitas demokrasi.

"Jangan mau terima politik uang. Menolak politik uang. Orang yang eman-eman tentang hal itu (politik uang) dia telah mengorbankan bangsa ini selama 5 tahun, termasuk orang yang menghancurkan negeri ini. Kedua jangan menyebar hoaks di wa (whatsapp) atau di media sosial. Jangan menjatuhkan orang lain," ujar Habib Syech.

Menurutnya, memilih pemimpin harus didasarkan pada visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan, bukan karena iming-iming uang atau materi.

"Ojo ribut wae neng pemilihan. Anda memilih siapa pasti baik buat anda, orang lain milih siapa pasti baik buat mereka. Tidak usah disalahkan," tegas Habib Syech.

Habib Syech berharap Pilkada 2024 dapat menjadi momen demokrasi yang membanggakan bagi Indonesia, di mana setiap warga negara bisa menyalurkan hak pilihnya dengan bebas dan bertanggung jawab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.