Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Diminta Waspadai Dampak Negatif Teknologi Pada Anak

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 00:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Diminta Waspadai Dampak Negatif Teknologi Pada Anak Doc: ANTARA/Anita Permata Dewi
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum dalam webinar bertajuk "Mendorong Ketangguhan Anak Usia Dini dari Risiko Perubahan Iklim dan Digitalisasi", di Jakarta, Rabu (31/7/2024).

Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan meminta masyarakat mewaspadai dampak negatif teknologi terhadap anak dengan memberikan edukasi pada anak dan pendampingan saat anak menggunakan media digital.

"Kita perlu mewaspadai adanya dampak negatif dari transformasi digital termasuk etika di dalam menggunakan media digital," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum, di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dampak negatif ini antara lain banyak terjadi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, konten pornografi, judionline, pinjamanonline,serta konten-konten negatif lainnya yang mengancam stabilitas ketahanan, kesejahteraan keluarga, dan juga bisa mendorong terjadinya perilaku-perilaku negatif atau berisiko bagi anak-anak.

"Dampak negatif teknologi terhadap anak balita di antaranya adanya gangguan kesehatan, posisi duduk bermaingamemisalnya, dan menghabiskan waktu yang lama di depan layar menyebabkan dampak negatif bagi mata, postur tubuh kita dalam hal ini kondisi punggung, termasuk sampai kepada obesitas karena kurang bergerak," katanya.

Teknologi digital juga memberikan kecanduan, terutama kecanduan bermain gim.

"Ini memberi dampak negatif kepada anak-anak seperti menurunkan minat belajar, perubahan mental dan perilaku, ketidakseimbangan emosi, dan bahkan sampai menuju perilaku agresif atau melakukan kekerasan, juga timbul halusinasi, dan hingga gangguan jiwa berat," katanya.

Teknologi juga menyebabkan perilaku kurang bersosialisasi atau bahkan antisosial bagi anak-anak.

"Dalam hal ini penggunaan internet dapat mengurangi anak-anak kita untuk bersosialisasi dengan lingkungannya, tidak peduli dengan teman sekitar, terjadi pemborosan, mengganggu kesehatan, berkurangnya waktu belajar, dan menimbulkan rasa kecanduan," kata Woro Srihastuti Sulistyaningrum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.