Belajar dari 2 Gelembung Teknologi, Apakah Pamor AI akan Pecah lalu Pudar?
📅 Kamis, 01 Agu 2024, 14:13 WIB | Oleh: Tim PenulisSelain itu, lanskap regulasi untuk mata uang kripto penuh dengan ketidakpastian. Tidak seperti sekuritas tradisional yang memiliki kerangka kerja regulasi yang mapan, mata uang kripto berada dalam area abu-abu regulasi di beberapa negara.
Kondisi tersebut menciptakan risiko tambahan bagi investor. Misalnya, ketiadaan regulasi membuat penanganan isu seperti penipuan dan manipulasi pasar menjadi tantangan, hal yang umum di ruang kripto.
Risiko GenAI menggelembung?
GenAI menjadi tren yang mengesankan karena teknologi ini mampu menciptakan konten baru-mulai dari teks, gambar, hingga musik-yang sebelumnya hanya bisa dihasilkan oleh manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemampuannya untuk menyederhanakan proses produksi dan memberikan solusi otomatis dalam berbagai bidang membuatnya sangat menarik bagi banyak industri, dari pemasaran hingga seni.
Meski demikian, kualitas dan keandalan GenAI masih terbatas. Model-model AI ini membutuhkan jumlah data yang masif dan kekuatan komputasi yang luar biasa. Hal tersebut membuat skalabilitasnya-kemampuan suatu teknologi menampung penambahan beban-menjadi tantangan besar.
Di samping itu, isu hukum dan etika seperti hak kekayaan intelektual dan bias algoritma juga semakin menonjol. Risiko perlambatan ekonomi global turut membuat investor menjadi lebih berhati-hati, sehingga berdampak langsung pada pendanaan untuk perusahaan rintisan AI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti halnya dengan gelembung dot-com, tren GenAI saat ini mungkin sedang menuju jalan yang sama. Banyak perusahaan AI masih beroperasi dengan model bisnis yang belum terbukti dan sangat bergantung pada dana investor.
Salah satu contohnya, Microsoft dan Adobe menghadapi kesulitan untuk mendapatkan keuntungan dari AI dikarenakan investasi yang tinggi. Microsoft rata-rata mengalami kerugian US$20 (sekitar Rp326 ribu) per pengguna AI, tapi rata-rata biaya yang dibebankan hanya US$10 (sekitar Rp163 ribu). Ini mengakibatkan para investor agak skeptis dan berhati-hati untuk berinvestasi di pasar AI.
Namun, berbeda dengan era dot-com dan kripto, GenAI telah menunjukkan aplikasi nyata yang signifikan di berbagai sektor, dari kesehatan hingga keuangan.
Kemajuan teknologi AI yang cepat dan adopsi yang beragam di berbagai industri memberikan dasar yang lebih kokoh, berpotensi mengurangi risiko gelembung. Contohnya, JP Morgan, salah satu bank investasi terbesar di dunia, mengembangkan asisten percakapan berbasis GenAI untuk meningkatkan efisiensi analisis data keuangan perusahaan.
Meski demikian, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa GenAI masih dalam fase awal perkembangan. Masih banyak ketidakpastian mengenai kemampuan teknologi ini untuk menghasilkan laba jangka panjang.
Selain itu, regulasi yang semakin ketat dan kekhawatiran lingkungan tentang kebutuhan energi pusat data AI dapat menjadi faktor yang membatasi pertumbuhan sektor ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!