Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nurlaela, Guru SD di Jakarta Timur, Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 14:40 WIB | Oleh:
Nurlaela, Guru SD di Jakarta Timur, Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Doc: Antara Foto
Ket. Pemakaman korban kecelakaan kereta api Stasiun Bekasi Timur di Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Nurlaela, guru SDN Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur yang menjadi korban kecelakaan melibatkan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menjelaskan almarhumah tercatat sebagai PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2019 dan bertugas di SDN Pulogebang 11. Selain menjadi guru kelas 2, Nurlaela juga memegang tugas tambahan sebagai bendahara serta pengelola perpustakaan sekolah.

"Jadi almarhumah ini 2019 menjadi PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tugasnya di SDN Pulogebang 11. Dedikasi almarhumah menurut kesaksian kepala sekolah, teman-temannya, beliau sangat bertanggung jawab. Jadi kita doakan Insya Allah almarhumah husnul khotimah," kata Nahdiana saat pemakaman almarhumah di Cikarang, Selasa.

Ia menyampaikan, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menitipkan duka cita dan keprihatinan mendalam atas kepergian guru yang akrab disapa Bu Ela itu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memastikan pendampingan bagi keluarga korban.

Selain membantu mengurus administrasi terkait status almarhumah sebagai pegawai negeri dan guru, Pemprov DKI juga akan memberi pendampingan psikososial, terutama kepada anak tunggal korban.

"Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur menitipkan semua proses administrasi dan lain-lainnya, akan kami lakukan pendampingan terhadap anak yang satu, anak tunggalnya. Kami pesankan kepada suami, ibunda dan ananda, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pendampingan, baik proses administrasi maupun psikososial," ujar Nahdiana.

Nurlaela (37) sehari-hari rutin menggunakan moda transportasi KRL untuk berangkat maupun pulang bekerja. Almarhumah dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan pendiam. Tiga bulan lalu, Nurlaela baru menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta.

"Dia pekerja yang ulet, enggak banyak bicara, benar-benar kerja orangnya. Dia baru lulus S2 tiga bulan lalu di UNJ," kata paman korban Mulyadi.

Nurlaela meninggalkan seorang anak yang kini duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah duka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.