Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Belajar dari 2 Gelembung Teknologi, Apakah Pamor AI akan Pecah lalu Pudar?

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 14:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belajar dari 2 Gelembung Teknologi, Apakah Pamor AI akan Pecah lalu Pudar? Doc: medium.com
Ket. Ilustrasi.

Arif Perdana, Monash University

Saat ini kita menyaksikan teknologi kecerdasan artifisial (AI) generatif berkembang pesat. Contohnya, model bahasa besar seperti GPT dan Claude yang berkembang pesat sejak 2018. Model ini dapat menghasilkan teks mirip percakapan manusia, hingga AI generatif (GenAI) visual seperti DALL-E dan Midjourney yang mampu menciptakan gambar dari deskripsi teks.

Contoh lainnya termasuk model AI yang dapat menghasilkan musik, kode pemrograman, dan bahkan video pendek.

Perkembangan ini kemudian memicu arus modal yang deras mengalir ke startup AI. Pendanaan modal ventura di Amerika Serikat untuk startup kecerdasan buatan meningkat secara signifikan pada kuartal kedua 2024, mencapai total US$55,6 miliar atau lebih dari Rp905 triliun.

Angka tersebut termasuk $6 miliar (sekitar Rp97,71 triliun) yang dihimpun oleh xAI milik konglomerat Elon Musk dan $1,1 miliar (setara Rp17,91 triliun) yang berhasil dikumpulkan oleh CoreWeave, menandakan peningkatan minat yang kuat dalam sektor AI.

Kendati begitu, banyak usaha GenAI masih dalam tahap awal dengan model bisnis yang masih mencari bentuk. Contohnya termasuk berbagai startup AI yang berfokus pada pembuatan konten otomatis atau asisten virtual masih mencari cara untuk menghasilkan pendapatan yang stabil.

Ini kemudian memunculkan pertanyaan dari para analis di beberapa institusi besar seperti Gartner, Wall Street, dan Goldman Sachs tentang risiko AI yang menjadi tren dalam gelembung dan kemudian buyar seiring waktu.

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita bisa melihat terlebih dahulu dua tren teknologi sebelumnya, yakni dot-com dan kripto. Keduanya sempat menjadi gelembung karena ekspektasi investor ternyata terlalu tinggi-melebihi aplikasi praktis dan keandalan pada saat itu.

Kelebihan optimisme pasar dot-com

Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, dunia menyaksikan satu kejadian penting: gelembung dot-com.

Era ini mencerminkan optimisme pasar yang berlebihan, didorong oleh potensi revolusioner World Wide Web. Alan Greenspan, dengan istilah kegairahan irasional, menggambarkan bagaimana investor-terpesona oleh daya tarik Internet-menanamkan modal besar-besaran pada perusahaan internet yang baru berdiri.

Perusahaan-perusahaan rintisan ini, seringkali tanpa model bisnis yang terbukti atau arus pendapatan yang jelas, dengan mudah mendapatkan akses ke modal, terutama melalui Penawaran Umum Perdana (IPO). Beberapa perusahaan besar yang melakukan IPO menjelang periode gelembung dot-com ini antara lain BlackBerry, Broadcom Corporation, dan Verisign.

Indeks NASDAQ Composite, yang didominasi oleh saham teknologi, meningkat lebih dari 400%. Nilainya mencuat dari di bawah seribu poin pada tahun 1995 menjadi di atas 5 ribu poin pada 2000. Ini menandakan lonjakan minat investor.

Sayangnya, banyak dari perusahaan ini memiliki fondasi bisnis yang lemah dan lebih fokus pada pangsa pasar daripada profitabilitas. Pada tahun 2000, gelembung dot-com meletus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.