Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perempuan dan Anak Sering Jadi Target TPPO

📅 Rabu, 31 Jul 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Perempuan dan Anak Sering Jadi Target TPPO Doc: Foto tangkapan layar Muhamad Marup
Ket. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga, dalam acara Peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang 2024, di Jakarta, Selasa (30/7).

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga, menyatakan perempuan dan anak sering jadi target Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kondisi tersebut membuktikan penanganan TPPO masih butuh banyak perbaikan.

"Banyaknya perempuan dan anak yang menjadi korban menggambarkan bahwa masih banyak celah yang harus diperbaiki agar tidak membuka potensi terjadinya TPPO," ujar Bintang, dalam acara Peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang 2024, di Jakarta, Selasa (30/7).

Dia menyebut, Sistem informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) 2023, mencatat korban dewasa TPPO berjumlah 252 orang, sedangkan jumlah korban anak sebanyak 206 orang. Mayoritas kasus TPPO terjadi melalui pekerja migran indonesia sebagai asisten rumah tangga, melalui pemagangan, dan judi online.

"Maraknya TPPO ini juga menuntun kewaspadaan kita semua mengingat dampak yang ditimbulkannya, khususnya terhadap perempuan dan anak sebagai salah satu segmen masyarakat rentan," jelasnya.

Bintang mengungkapkan, pemerintah telah memiliki berbagai regulasi untuk menangani TPPO. Pihaknya juga memiliki 1.900 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang efektif dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman untuk perempuan dan anak anak, sekaligus menurunkan tppo dengan berbagai upaya preventif dan pemberdayaan.

Dia menambahkan, perbaikan penanganan sangat diperlukan baik dari sisi regulasi, kelembagaan dan mekanisme kerja, infrastruktur, maupun sumber daya manusianya. Di sisi lain, penting juga adanya penguatan komitmen, kepedulian dan sinergi dengan para pihak untuk mencegah dan menangani tppo secara cepat, terkoordinasi, tersinergi, komprehensif, sistematis dari hulu sampai hilir.

Bintang menekankan, TPPO merupakan kejahatan yang serius terhadap kemanusiaan. Menurutnya, perlu satu gerakan masif masyarakat akar rumput dan keluarga yang sebagai unit terkecil dalam masyarakat untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap bahaya tppo hingga di desa. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.