Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Lebak Petakan 70 Desa Rawan Kekeringan dan Krisis Air

📅 Rabu, 31 Jul 2024, 16:38 WIB | Oleh:
BPBD Lebak Petakan 70 Desa Rawan Kekeringan dan Krisis Air Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak.

RANGKASBITUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, memetakan 70 desa yang tersebar di 20 kecamatan dan masuk daerah rawan kekeringan dan krisis air bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Rangkasbitung, Lebak, Rabu, mengatakan pemetaan daerah rawan kekeringan dan krisis air bersih sehubungan musim kemarau berkepanjangan dan puncaknya pada Agustus 2024.

BPBD Kabupaten Lebak dan PUPR Provinsi Banten akan membantu jika masyarakat alami kekeringan dan krisis air bersih dengan membangun sumur bor di lokasi tersebut.

Selain itu juga jika darurat akan dilakukan pendistribusian air bersih dengan mengerahkan tiga unit kendaraan tangki dan kapasitas air 5.000 liter/tangki.

"Kami sampai hari ini belum menerima laporan masyarakat yang alami kekeringan dan krisis air bersih," katanya menjelaskan.

Menurut dia, BPBD memetakan 70 desa yang masuk daerah rawan kekeringan dan krisis air bersih itu tersebar di 20 kecamatan antara lain Kecamatan Cimarga, Warunggunung, Sajira, Maja, Cirinten, Wanasalam dan Leuwidamar.

Selain itu juga Kecamatan Cihara, Bayah, Gunungkencana, Kalanganyar, Banjarsari, Cileles, Cijaku, Cipanas, Curugbitung, Cijaku, Cibeber, Cileles, dan Cibadak.

"Kami siaga selama 24 jam menghadapi musim kemarau berkepanjangan untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat," kata Febby.

Masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih karena berbagai faktor di antaranya belum tersentuh jaringan pelayanan PDAM.

Selain itu juga ketersediaan air bawah tanah juga kering yang menyebabkan sumur timba dan sumur bor tidak mengeluarkan air.

"Kami berharap semua warga bisa tersentuh pelayanan PDAM, sehingga jika kemarau berkepanjangan bisa terpenuhi ketersediaan air bersih," katanya menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.