Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Target Turunkan Biaya Logistik Harus Dibarengi Berantas Pungli

📅 Sabtu, 27 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Target Turunkan Biaya Logistik Harus Dibarengi Berantas Pungli Doc: ISTIMEWA
Ket. Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan - Butuh penguatan sistem logistik nasional untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

» Daya saing produk nasional selalu kalah dengan negara lain karena pengusaha mengompensasi biaya siluman tadi ke harga jual.

» Fenomena ekonomi biaya tinggi sangat mempengaruhi daya saing di lingkup perdagangan internasional.

JAKARTA - Pemerintah menargetkan menurunkan biaya logistik dari 14,29 persen menjadi 8 persen dari produk domestik bruto (PDB). Hal itu untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi sehingga barang lebih kompetitif dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, dalam Seminar Nasional Sehari bertemakan "Peningkatan Kinerja Logistik di Indonesia: Refleksi, Tantangan, dan Peluang Sistem Logistik Nasional" di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/7), mengatakan bahwa strategi pengembangan logistik tahun 2024-2045 melibatkan beberapa aspek, yakni transformasi digital layanan logistik, pengurangan biaya transportasi, optimalisasi pemanfaatan tol laut, penguatan konektivitas, serta peningkatan aksesibilitas antarwilayah.

Penurunan biaya logistik nasional itu dilakukan melalui pengembangan strategi yang komprehensif. Tren skor Logistic Performance Index (LPI) Indonesia secara umum pun menunjukkan pertumbuhan yang positif, bahkan mulai menyusul peringkat LPI Filipina.

Menurut dia, efisiensi logistik transportasi selalu menjadi perhatian nomor satu bagi para pelaku logistik. Oleh karena itu, butuh penguatan sistem logistik nasional untuk mencapai Indonesia Emas 2045 melalui penurunan biaya logistik serta untuk mengatasi berbagai tantangan yang terjadi.

Semangat efisiensi dan efektivitas logistik itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mengatur penguatan dan penataan melalui National Logistic Ecosystem (NLE), sesuai Inpres No 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.

"NLE yang diimplementasikan di beberapa pelabuhan dan bandara berkontribusi terhadap efisiensi waktu dan biaya layanan," jelasnya.

Saat ini terdapat 264 pelabuhan yang telah mengaplikasikan Inaportnet, di mana 46 pelabuhan telah terintegrasi dengan NLE dan enam bandara telah menerapkan Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT).

Kurangi Biaya Pengiriman

Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan meskipun telah mengalami penurunan biaya logistik dari sebelumnya 27 persen terhadap PDB pada awal Jokowi menjabat sebagai Presiden, namun pekerjaan rumah logistik masih cukup kompleks.

Misalnya, tol laut yang hingga kini masih menemui kendala dari sisi muatan sehingga belum mampu mengurangi biaya pengiriman bahan baku ke Indonesia Timur. Selain itu terdapat masalah infrastruktur pelabuhan dan penataan pelabuhan untuk mendorong efisiensi rantai pasok logistik.

Beberapa jalan tol yang dibangun, kata Bhima, belum sepenuhnya menjadi prioritas bagi angkutan truk logistik karena biaya yang relatif mahal. Catatan soal logistik juga terkait dengan peringkat Indonesia di Logistics Performance Index (LPI) yang turun tajam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.