Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakpus Wujudkan Keluarga Sehat Sejahtera

📅 Sabtu, 27 Jul 2024, 01:30 WIB | Oleh:
Jakpus Wujudkan Keluarga Sehat Sejahtera Doc: ANTARA/Ho-Pemerintah Kota Jakarta Pusat
Ket. Wakil Walikota Jakarta Pusat Chaidir di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jumat (25/7).

JAKARTA - Lewat Gerakan Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana (GKSTTB), Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Jakpus) berupaya mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. Ini sebagai proyek pilot kolaborasi PKK dengan Sudin Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk.

"Rencananya kita akan kembangkan di 44 kelurahan dengan melibatkan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga setempat," kata Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Chaidir, Jumat. Chaidir menuturkan, gerakan tersebut hasil kolaborasi kader PKK dan warga. Tujuannya, mengantisipasi ancaman kesehatan dan bencana.

Saat ini, dua kelurahan Jakarta Pusat, Kelurahan Karet Tengsin dan Paseban telah menjadi lokasi proyek pendahuluan (pilot) gerakan.

Chaidir berharap penerapan GKSTTB dua kelurahan tersebut dapat memicu kelurahan lain untuk melakukan gerakan serupa.

"Tentunya kami berharap penerapan GKSTTB di Kelurahan Karet Tengsin dan Paseban bisa diadopsi kelurahan lainnya," harap Chaidir.

Sementara itu, Ketua PKK Jakarta Pusat, Ucu Jamilah, menambahkan , GKSTTB merupakan gerakan berskala nasional untuk menciptakan keluarga sehat.

Maka, Ucu minta para kader menjadi garda terdepan menyukseskan gerakan tersebut. "Ke depan saya ingin kelurahan lainnya, melalui kader PKK ikut melakukan GKSTTB. Tujuannya agar ada perubahan lingkungan ke arah positif," tandas Ucu.

Selain itu, Ucu minta kader PKK juga ditunjang dengan sikap dan perilaku yang baik untuk warga. Dengan demikian, gerakan perubahan bisa terjadi. "Teruslah mencari ilmu untuk menambah wawasan agar PKK Jakarta Pusat bisa bergerak ke arah yang lebih baik," tegas Ucu.

Bantuan Sosial

Sementara itu, Jakarta Pusat secara rutin menjangkau pelaku Orang yang memerlukan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PKS) untuk menjaga ketertiban umum. "Selama periode Januari-Juli tercatat 491 orang yang kami jangkau," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Abdul Salam.

Dia menjelaskan, orang yang perlu PKS yang dijangkau tersebut terdiri atas gelandangan, remaja bermasalah, pengemis, anak jalanan, pemulung, asongan, tuna susila, waria, dan penyandang disabilitas.

Selain itu, ada juga korban bencana, orang lanjut usia, anak telantar, dan korban penyalahgunaan narkotika psikotropika-obat terlarang (napza).

"Kategori terbanyak gelandangan, ada 239 orang. Kemudian, lanjut usia 48 orang, dan orang dengan masalah kejiwaan 44 orang," ujar Abdul.

Lebih jauh Abdul menjelaskan, upaya penanganan orang yang memerlukan PKS tahun 2024 difokuskan dengan mendirikan posko di delapan titik di tiap-tiap kecamatan. Dia melaksanakan pengawasan di 49 titik rawan dan membuat jadwal Satuan Tugas Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian 24 jam dalam tiga shift.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.