Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bangun Lingkungan Tangguh Perubahan Iklim

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bangun Lingkungan Tangguh Perubahan Iklim Doc: ANTARA/Ho-Pemerintah Kota Jakarta Pusat
Ket. Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Sekko Jakarta Pusat Bakwan Ferizan Ginting di Gedung Interaksi Masyarakat, RW 08, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (24/7).

JAKARTA - Lingkungan harus dibuat tangguh terhadap perubahan iklim. Untuk itu, perlu terus memperbanyak kegiatan untuk persiapan program kampung iklim (proklim). "Langkah selanjutnya, menggencarkan edukasike masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan yang tanggung terhadap perubahan iklim," demikian Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Pusat, Bakwan Ferizan Ginting.

Dia mengatakan ini saata pemeriksaan kesiapan Proklim di Gedung Interaksi Masyarakat, RW 08, Tanah Tinggi, Johar Baru, Kamis (25/7).

"Saya mengapresiasi atas segala usaha dalam mengajak warga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang tangguh terhadap perubahan iklim," tandas Ginting.

Pengecekan kesiapan dilakukan dengan meninjau lokasi Proklim di RW 08 seperti melihat kolam ikan dan kebun hidroponik. Menurut Ginting, RW 08 merupakan salah satu yang terpilih mewakili Jakarta Pusat untuk lomba Proklim Madya Tingkat Provinsi Jakarta.

Lingkungan RW 08 juga diharapkan dapat terbentuk seperti kriteria yang sudah ditentukan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk masuk dalam kategori Proklim Tingkat Madya.

"Pada tahun ini ada lima RW yang akan dinilai. Salah satunya adalah RW 08 Kelurahan Tanah Tinggi. Dia mewakili Jakarta Pusat dalam lomba Proklim Madya Tingkat Provinsi," ujar Ginting.

Lebih jauh Ginting berharap semua warga dapat terus berpartisipasi dalam mengembangkan lingkungan yang tangguh terhadap iklim. Apalagi, peningkatan proklim di lingkungan dapat dirasakan manfaatnya oleh warga. Persoalannya di Tanah Tinggi, lahan kosong sudah tidak ada. Tapi, warga bisa memanfaatkan lahan yang terbatas untuk ditanami. Contohnya dengan pemanfaatan pot gantung.

Adapun kesiapan monitoring mencakup berbagai aspek penilaian, di antaranya, aspek adaptasi, mitigasi, dan kelembagaan. Dalam aspek adaptasi terdapat tiga komponen yaitu pengendalian kekeringan, banjir, dan longsor.

Lalu aspek mitigasi terdapat beberapa komponen. Mereka adalah pengelola sampah, pengelolaa limbah padat dan cair. Kemudian, menggunakan energi baru terbarukan, konservasi, dan penghematan energi.

Selanjutnya, budi daya pertanian rendah emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan atau mempertahankan tutupan vegetasi.

Sedangkan aspek kelembagaan meliputi komponen bank sampah, membentuk juru pemantau jentik, Posyandu, dan kelompok pertanian. Selanjutnya, dasawisma, karang taruna, dan kelompok kerja Proklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
KPK Panggil 13 Saksi di Jak...
Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.