Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim Trump Minta Harris Diblokir dari Penggunaan Dana Kampanye Biden

📅 Kamis, 25 Jul 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Tim Trump Minta Harris Diblokir dari Penggunaan Dana Kampanye Biden Doc: ISTIMEWA
Ket. Pilpres AS

MOSKWA - Tim kampanye calon presiden Donald Trump mengajukan pengaduan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Federal Amerika Serikat (AS) untuk memblokir Wakil Presiden AS, Kamala Harris, menggunakan dana yang telah dikumpulkan untuk kampanye pemilihan kembali Presiden AS Joe Biden.

"Kamala Harris berusaha melakukan perampokan senilai 91,5 juta dollar AS (1,48 triliun rupiah) atas sisa uang tunai kampanye Joe Biden - perampasan uang secara kurang ajar," laporan CNN, mengutip salinan pengaduan yang diperoleh pada Selasa (23/7).

Seperti dikutip dari Antara, tim kampanye dari Partai Republik itu mengatakan penggunaan dana kampanye Biden akan menjadi pelanggaran terbesar dalam sejarah Undang-Undang Kampanye Pemilu Federal tahun 1971 yang telah diamendemen.

Media AS yang mengutip para pengacara, sebelumnya telah melaporkan upaya untuk mentransfer dana yang dikumpulkan oleh tim kampanye Biden ke Harris dapat memicu tuntutan hukum.

Pengaduan tersebut ditujukan terhadap Biden sendiri, tim kampanye pemilu, Harris, dan bendahara kampanye, Keana Spencer, yang dituduh secara terang-terangan melanggar undang-undang dengan memberikan dan menerima sumbangan berlebihan sebesar hampir seratus juta dollar AS,

Pihak-pihak yang diadukan itu juga disebut telah mengisi formulir palsu kepada Komisi Pemilihan Umum dengan tujuan menggunakan kembali panitia utama kampanye utama seorang kandidat untuk kandidat lain.

Juru bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) AS menolak berkomentar dengan alasan kebijakan komisi untuk tidak membahas masalah penegakan hukum.

Tidak Berdasar

Sementara itu, juru bicara kampanye pemilu Harris, Charles Kretchmer Lutvak, menyebut pengaduan tersebut sebagai tuntutan hukum yang tidak berdasar. "Partai Republik mungkin iri karena Partai Demokrat bersemangat untuk mengalahkan Donald Trump dan sekutunya MAGA (Make America Great Again)," ucapnya.

Lutvak menekankan klaim hukum yang tidak berdasar tim kampanye Trump sama seperti upaya yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun untuk mencoba menekan suara dan mencuri pemilu.

"Itu hanya akan mengalihkan perhatian mereka sementara kami merekrut sukarelawan, berbicara dengan pemilih, dan memenangkan pemilu ini," kata Lutvak.

Sementara itu, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos, Harris unggul tipis 2 poin persentase atas Trump setelah Presiden Joe Biden mengakhiri pencalonannya kembali dan menyerahkan tongkat estafet kepadanya.

Dikutip dari The Straits Times, jajak pendapat yang dilakukan pada tanggal 22 dan 23 Juli itu mengikuti Konvensi Nasional Partai Republik di mana Trump pada tanggal 18 Juli secara resmi menerima pencalonan partainya dan pengumuman oleh Biden pada 21 Juli bahwa ia meninggalkan persaingan dan mendukung Harris.

Harris, yang dalam kampanyenya mengatakan dia telah mengamankan nominasi Demokrat, unggul atas Trump dengan perolehan suara 44 persen berbanding 42 persen dalam jajak pendapat nasional, perbedaan dalam margin kesalahan 3 poin persentase.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.