Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pestisida untuk Tanaman Pangan Makin Banyak Mengandung Bahan Kimia yang Tak Terurai

📅 Kamis, 25 Jul 2024, 00:13 WIB | Oleh:
Pestisida untuk Tanaman Pangan Makin Banyak Mengandung Bahan Kimia yang Tak Terurai Doc: istimewa
Ket. Paparan tingkat tinggi terhadap "bahan kimia yang tidak dapat terurai lagi" yang ditemukan dalam beberapa pestisida AS, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

WASHINGTON - Menurut sebuah studi pada hari Rabu (24/7), bahan kimia beracun "abadi" semakin banyak digunakan dalam pestisida di Amerika Serikat, mengancam kesehatan manusia karena mencemari saluran air dan disemprotkan pada makanan pokok.

Dikutip dari The Straits Times, zat perfluoroalkil dan polifluoroalkil atauPer- and polyfluoroalkyl substances (PFAS) telah mendapat sorotan tajam beberapa tahun belakangan, tetapi regulasi lingkungan terhadap zat tersebut terutama berfokus pada sumber seperti fasilitas industri, tempat pembuangan sampah, dan produk konsumen seperti peralatan memasak dan cat tertentu.

Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal peer-review Environmental Health Perspectives, mengatakan pestisida yang digunakan pada tanaman termasuk jagung, gandum, bayam, apel, stroberi, dan sumber lain seperti semprotan serangga dan perawatan kutu hewan peliharaan,sekarang dapat ditambahkan ke dalam daftar.

"Semakin banyak kita mencari, semakin banyak kita menemukannya," kata salah satu penulis, Alexis Temkin, ahli toksikologi di Environmental Working Group.

"Hal itu hanya menekankan pentingnya mengurangi sumber dan benar-benar mengatur bahan kimia ini."

Penelitian menunjukkan paparan tingkat tinggi terhadap bahan kimia permanen melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia, membuatnya kurang responsif terhadap vaksin dan lebih rentan terhadap infeksi.

Ada pula bukti yang muncul bahwa hal itu dapat mengurangi kesuburan, menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada anak-anak, dan mengganggu hormon alami tubuh.

Untuk makalah baru ini, para penulis menelusuri basis data publik dan melakukan permintaan kebebasan informasi untuk mendapatkan informasi tentang bahan "aktif" dan "inert" dalam pestisida.

Bahan aktif adalah bahan yang ditujukan untuk hama, sedangkan bahan yang disebut inert adalah bahan yang tidak aktif. Bahan-bahan yang disebut terakhir tidak perlu dicantumkan pada label meskipun bahan-bahan tersebut dapat meningkatkan khasiat dan ketahanan bahan aktif yang beracun, dan dapat menjadi racun bagi dirinya sendiri.

Para peneliti menemukan tren yang mengkhawatirkan 14 persen dari seluruh bahan aktif pestisida AS adalah PFAS, termasuk hampir sepertiga bahan aktif yang disetujui dalam dekade terakhir.

Delapan bahan inert yang disetujui dalam pestisida adalah PFAS, termasuk bahan kimia antilengket yang dikenal dengan nama merek Teflon.

Perusahaan Teflon yang membuat wajan antilengket dengan bahan kimia ini menghentikan penggunaannya pada tahun 2013, dan penghentiannya dikaitkan dalam penelitian dengan berkurangnya jumlah bayi dengan berat badan lahir rendah.

Pada bulan Februari, Badan Perlindungan Lingkungan AS atauUS Environmental Protection Agency (EPA) mengumumkan rencana untuk melarang penggunaannya dalam pestisida.

Rekan penulis studi David Andrews, ilmuwan di Kelompok Kerja Lingkungan, mengatakan sebagian masalah berasal dari definisi molekul PFAS yang lebih sempit oleh EPA, dibandingkan dengan yang diadopsi oleh Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

14 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

19 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.