G20 Perkirakan Peluang 'Soft Landing' Ekonomi Global Makin Besar
📅 Kamis, 25 Jul 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/PABLO PORCIUNCULA
RIO DE JANEIRO - Menurut rancangan komunike para pemimpin keuangan Kelompok 20 (G-20), pada hari Selasa (23/7), terjadinya soft landing ekonomi global kemungkinan yang semakin besar, sembari memperingatkan risiko dari perang dan konflik yang meningkat yang tidak disebutkan jumlahnya.
Dikutip dari The Straits Times, berbicara kepada pers, koordinator jalur keuangan G-20 Brasil, Tatiana Rosito, mengatakan negosiasi masih berlangsung, tetapi dia sangat yakin akan ada konsensus untuk pernyataan bersama yang luas, yang mencerminkan pekerjaan yang telah dilakukan sejauh ini.
Rosito mengatakan presidensi kelompok Brasil tersebut sedang merundingkan deklarasi terpisah yang belum pernah terjadi sebelumnya mengenai kerja sama internasional di bidang perpajakan, yang juga ia lihat mendapat konsensus.
"Deklarasi ini akan mencakup tema mengenakan pajak kepada orang-orang superkaya, yang diangkat oleh Brasil dalam kapasitasnya sebagai ketua," katanya, sambil menahan diri untuk tidak mengomentari topik mana saja yang menghadapi penolakan.
Menurut rancangan komunike, para menteri keuangan dan kepala bank sentral G20 yang berkumpul minggu ini di Rio de Janeiro berencana untuk menandai risiko pemulihan global yang tidak merata yang bergantung pada persistensi inflasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami gembira dengan meningkatnya kemungkinan terjadinya soft landing (pendaratan lunak) ekonomi global, meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi," kata rancangan komunike tersebut, mengacu pada skenario di mana inflasi dapat dijinakkan tanpa memicu resesi yang menyakitkan atau lonjakan tajam pengangguran.
Dengan menghindari penyebutan eksplisit konflik di Ukraina dan Gaza, para diplomat berusaha menghindari perselisihan antara Russia dan negara-negara Barat besar yang menggagalkan konsensus di pertemuan para kepala keuangan di bulan Februari.
Masih Dinegosiasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Rosito mengakui Brasil akan mengeluarkan pernyataan ketua mengenai isu geopolitik, menekankan bahwa masalah ini akan dibahas oleh para diplomat dalam pertemuan mendatang. Menurut orang-orang yang mengetahui proses penyusunannya, komunike itu masih dalam tahap negosiasi dan dapat berubah.
"Aktivitas ekonomi terbukti lebih tangguh daripada yang diharapkan di banyak bagian dunia, tetapi pemulihan sangat tidak merata di seluruh negara sehingga berkontribusi terhadap risiko divergensi ekonomi," kata rancangan komunike tersebut.
Dokumen tersebut menandai risiko terhadap prospek ekonomi yang secara umum tetap seimbang, dengan disinflasi yang lebih cepat dari perkiraan dan inovasi teknologi disebut di antara risiko positif.
Di sisi lain, dokumen tersebut mencatat risiko penurunan seperti meningkatnya konflik, fragmentasi ekonomi, dan inflasi terus-menerus yang membuat suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Sejalan dengan fokus presidensi Brasil pada ketimpangan global, rancangan komunike tersebut memperingatkan perubahan iklim dapat secara substansial memperburuk tantangan ketimpangan, dan menandai kesulitan utang di beberapa negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Dokumen tersebut juga memperkuat bahasa yang menyerukan reformasi Dana Moneter Internasional, dengan mengutip urgensi dan pentingnya penataan kembali pembagian kuota untuk lebih mencerminkan posisi relatif para anggota dalam ekonomi dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!