Penyakit Herpes Zoster Dapat Muncul Seiring Bertambahnya Usia
📅 Rabu, 24 Jul 2024, 20:04 WIB | Oleh: Haryo BronoKomplikasi lainnya termasuk infeksi saraf di sekitar mata (Herpes Zoster Oftalmikus), yang terjadi hingga 25 persen pasien. Dalam kasus yang jarang penyakit ini menyebabkan kehilangan penglihatan kejadian kardiovaskular dan serebrovaskular, seperti serangan jantung dan stroke 13, dan gangguan pendengaran.
"Dampak herpes zoster melampaui gejala fisik. Pasien dapat mengalami efek psikologis, seperti depresi dan efek sosial dan fungsional seperti penurunan kualitas hidup yang signifikan dan gangguan pada aktivitas sehari-hari, seperti berkurangnya aktivitas perkumpulan sosial, atau berpergian," katanya.
Prof. Samsuridjal menambahkan, sangat penting untuk memprioritaskan upaya pencegahan, terutama di antara populasi berisiko tinggi. Misalnya, infeksi influenza dan herpes zoster telah terbukti meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular dan neurovaskular (misalnya, serangan jantung dan stroke) dalam beberapa bulan setelah infeksi akut.
Kondisi imunokompromi seperti HIV, kanker, diabetes, penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, dan bahkan tenaga kesehatan profesional berisiko tertular infeksi virus. Kondisi ini melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk menangkis reaktivasi virus.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Oleh karena itu, tenaga kesehatan profesional yang sering melakukan kontak dekat dengan pasien mungkin lebih rentan tertular virus varicella-zoster," terangnya.
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Papdi Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI menyoroti pentingnya pembaruan pada Jadwal Imunisasi Dewasa ini. Adanya Jadwal Imunisasi Dewasa berfungsi sebagai alat referensi penting bagi orang dewasa untuk tetap terinformasi mengenai vaksinasi yang direkomendasikan.
Pembaruan yang dibuat pada jadwal ini menandai sebagai langkah maju yang signifikan dalam perawatan kesehatan preventif dan menyoroti pentingnya imunisasi tepat waktu. Jadwal ini juga mencakup pembaruan rekomendasi untuk penyakit seperti HPV, herpes zoster, dan pneumonia pada kelompok usia tertentu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sangat penting untuk memprioritaskan vaksinasi untuk individu dalam populasi berisiko tinggi, termasuk mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan kondisi medis kronis," katan dr. Sukamto.
Ia mendorong rekan-rekan tenaga kesehatan profesional dan media untuk mengetahui Jadwal Imunisasi Dewasa yang telah diperbarui dan rekomendasi spesifik yang telah diberikan oleh Satgas Imunisasi Dewasa Papdi. Penerapan pedoman dapat memastikan pasien dapat menerima vaksin yang sesuai dengan interval yang telah direkomendasikan serta meningkatkan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
Menurut dr, Sukamto, vaksinasi juga menurunkan risiko komplikasi penyakit kronis yang berpotensi berbiaya mahal. Akibatnya, selain memberi manfaat sosial dan ekonomi, vaksinasi pada orang dewasa dapat mencegah penyebaran penyakit serius yang dapat mengakibatkan kesehatan yang buruk, kehilangan pekerjaan, tagihan medis, dan ketidakmampuan dalam merawat keluarga.
"Mari kita tetap mengikuti perkembangan terkini, terus memberi informasi kepada diri kita dan pasien, dan bekerja sama untuk memastikan bahwa orang dewasa dalam perawatan kita menerima vaksinasi yang sesuai seperti yang direkomendasikan dalam Jadwal Imunisasi Dewasa 2024 yang dapat diakses padawww.satgasimunisasipapdi.com," katanya.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Imran Pambudi, MPHM, mengakui peran penting langkah-langkah pencegahan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dalam sebuah pernyataan, vaksinasi adalah alat penting dalam mengendalikan penyakit menular secara global.
Dengan mencegah penyebaran penyakit herpes zoster di kalangan orang dewasa, dapat melindungi kesejahteraan masyarakat kita dan meningkatkan produktivitas. Dalam platform Satu Sehat, individu katanya dapat dengan mudah mengakses informasi terkini mengenai penyakit infeksi menular dan mendapatkan pengingat vaksinasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!