Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Europol Peringatkan Peningkatan Gambar Pelecehan Anak Buatan AI

📅 Rabu, 24 Jul 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Europol Peringatkan Peningkatan Gambar Pelecehan Anak Buatan AI Doc: AFP/STEFANI REYNOLDS
Ket. Pelaku kejahatan telah menggunakan perangkat dan layanan AI untuk berbagai kejahatan mulai dari penipuan daring dan serangan siber, hingga membuat gambar anak-anak yang vulgar.

DEN HAAG - Badan Kepolisian Eropa, Europol, pada hari Senin (22/7), memperingatkan gambar-gambar pelecehan seksual anak yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sedang meningkat, dengan mengatakan materi tersebut membuat semakin sulit untuk mengidentifikasi korban dan pelaku.

Dikutip dari The Straits Times, Europol mengatakan para penjahat telah mengadopsi alat dan layanan AI untuk melakukan berbagai kejahatan mulai dari penipuan daring dan serangan siber, hingga pembuatan gambar eksplisit anak-anak.

"Kasus-kasus pelecehan seksual anak yang dibantu dan dihasilkan oleh AI telah dilaporkan," kata lembaga yang berpusat di Den Haag itu dalam laporan terbarunya.

Penggunaan AI yang memungkinkan pelaku kejahatan seksual terhadap anak untuk membuat atau mengubah materi pelecehan seksual terhadap anak akan semakin meluas dalam waktu dekat.

"Produksi gambar-gambar pelecehan buatan meningkatkan jumlah materi terlarang yang beredar dan mempersulit identifikasi korban maupun pelaku," kata Europol.

Korban Pelecehan

Para peneliti di Universitas Edinburgh, pada bulan Mei, mengatakan lebih dari 300 juta anak setiap tahunnya menjadi korban eksploitasi dan pelecehan seksual daring.

Pelanggaran tersebut berkisar dari apa yang disebut sextortion, di mana pelaku meminta uang dari korban untuk merahasiakan gambar, hingga penyalahgunaan teknologi AI untuk membuat video dan gambar deepfake.

Munculnya AI telah menyebabkan kekhawatiran yang semakin meningkat di seluruh dunia bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk tujuan jahat seperti pembuatan apa yang disebut deepfake, gambar, dan video yang dihasilkan komputer, seringkali realistis, berdasarkan templat nyata.

"Volume materi seksual yang dihasilkan sendiri kini menjadi bagian yang signifikan dan terus bertambah dari materi seksual pelecehan anak secara daring," kata Europol.

"Bahkan dalam kasus ketika kontennya sepenuhnya buatan dan tidak ada korban nyata yang digambarkan, materi pelecehan seksual anak yang dihasilkan AI tetap berkontribusi pada objektifikasi dan seksualisasi anak-anak," kata Europol.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan
    Preview komentar:
    Apakah layanan WhatsApp Bank Neo 24 jam? Ya, Layanan ...
  • Rumput Laut & Agar-agar RI Masuk AS Bebas Tarif Tambahan 10%
    Preview komentar:
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
  • Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah
    Preview komentar:
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
Megapolitan
Penyaluran Bantuan Sumur Bo...
Daerah
Melestarikan Budaya Lewat F...
Daerah
Kabut Asap Mengancam Keseha...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.